
Halmaheranesia – Hujan lebat yang berlangsung sejak Sabtu-Minggu, 21-22 Juni 2025 disertai angin kencang membuat sejumlah wilayah di Maluku Utara mengalami banjir, longsor, hingga jembatan ambruk.
Pada Sabtu, 21 Juni 2025, banjir menggenangi beberapa titik di Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, dan Jailolo, Halmahera Barat.
Di Kota Ternate sendiri banjir merendam wilayah Jambula, Sasa, Gambesi, hingga Fitu, serta beberapa titik di bagian tengah dan utara Ternate.
Sementara di Tidore, banjir menggenangi Kelurahan Seli hingga merobohkan tembok saluran air di Gurabati. Di Jailolo, laporan warga banjir melanda Bobanehena, Payo, dan Gufasa.
Pada Minggu, 22 Juni 2025, menurut laporan warga, banjir memenuhi kawasan Labuha, Halmahera Selatan. Air bahkan sudah setinggi pinggang hingga dada orang dewasa. Warga pun menggunakan perahu untuk akses di jalan pusat Labuha.

Tangkapan layar video banjir di kawasan Labuha, Halmahera Selatan.
Tak hanya di Labuha. Jembatan Tuwokona, Halmahera Selatan, juga ambruk, jalan yang menjadi akses penghubung ke Panamboang.
“Iya benar, itu jembatan penghubung Tuwokona dan Panamboang,” ujar salah satu sumber yang enggan menyebutkan namanya.
Jembatan gantung yang merupakan akses Mandaong ke Pelabuhan Kupal, Halmahera Selatan, juga longsor di sisinya. Sementara di Kepulauan Sula, jembatan penghubung di Desa Kabau pun tampak ambruk.

Jembatan penghubung di Desa Kabau, Kepulauan Sula, ambruk. Foto (warga)
Selain itu, sumber halmaheranesia menyebutkan, tanah longsor juga menimpa akses jalan ke Desa Matui, Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat. Longsor ini menyebabkan jalan utama ke pelabuhan kapal trayek di Matui itu lumpuh total. Terkini, proses evakuasi dan pembersihan jalan masih terus dilakukan.
Dampak cuaca ekstrem ini turut menimpa titik lain di Maluku Utara. Namun, hingga berita ini ditayangkan, masih menunggu laporan resmi dari instansi terkait.