Halmaheranesia – Pemerintah Kota Ternate tampak belum memiliki keputusan final terkait pemanfaatan Gedung Plaza Gamalama Modern yang berlokasi di Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah.

Gedung yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp 92,5 miliar melalui skema proyek multiyears ini hingga kini belum difungsikan secara optimal, bahkan sudah mengalami kerusakan.

Sebelumnya, Pemkot mencoba membuka peluang kerja sama dengan skema lelang untuk menarik minat investor atau pengelola. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil.

Dalam perkembangan, muncul dua usulan atau ide terkait pemanfaatan gedung tersebut. Salah satunya menjadikan Plaza Gamalama sebagai Rumah Sakit Kota Ternate.

Namun dalam pertemuan antara pemerintah dan DPRD, Wali Kota M. Tauhid Soleman, justru menyarankan agar gedung ini dimanfaatkan sebagai pasar grosir.

“Untuk pengelolaan Gedung Plaza, tadi saya juga memberikan alternatif agar dikelola oleh pemerintah daerah, jika memang belum ada minat dari investor,” kata Tauhid dalam pertemuan bersama DPRD terkait Ranperda RPJMD, Senin, 21 Juli 2025.

Ia menjelaskan, bahwa pemanfaatan gedung dapat dilakukan secara bertahap melalui sistem pakai gedung, di mana tiap lantai dapat difungsikan sesuai kebutuhan tanpa harus menyewakan seluruh gedung.

“Jadi kita akan desain mungkin untuk kepentingan pasar grosir, pelayanan publik, atau keperluan lainnya. Ini justru lebih baik, supaya kerusakan yang ada bisa segera ditangani dan operasional berjalan,” tambahnya.

Terkait rencana menjadikan gedung sebagai rumah sakit kota, Tauhid menegaskan bahwa hal itu masih berupa usulan awal dan belum menjadi keputusan final.

“Itu hanya salah satu usulan. Jika ada alternatif lain, tentu akan kita pertimbangkan. Pertemuan tadi masih pada level kebijakan, karena dihadiri oleh tim perumus,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *