
Halmaheranesia – Festival Derang Hibualamo yang akan diselenggarakan pada tanggal 1 – 2 Agustus 2025 menjadi momen penutup yang paling dinanti dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Halmahera Utara 2025.
Program KKN Kolaborasi ini diikuti oleh mahasiswa dari tiga universitas, yaitu UGM, Uniera, dan Unkhair yang selama 50 hari telah hidup berdampingan dan mengabdi bersama masyarakat.
Derang Hibualamo bukan sekadar seremoni akhir, tetapi bentuk refleksi, apresiasi, dan persembahan dari mahasiswa kepada masyarakat.
Dalam siaran pers yang dikirim ke halmaheranesia menyebutkan, nama “Derang Hibualamo” sendiri diambil dari bahasa lokal. Kata “Derang” berarti seruan, sementara “Hibualamo” merujuk pada rumah besar sebagai simbol persatuan. Bersama keduanya menjadi seruan untuk membangkitkan kembali kejayaan rempah, budaya, dan alam Halmahera Utara dalam semangat kebersamaan yang utuh.
Persiapan menuju festival ini telah dimulai sejak awal pelaksanaan KKN Kolaborasi. Mahasiswa telah membentuk panitia lintas universitas yang terstruktur dalam beberapa divisi. Setiap divisi bekerja selaras, dibantu oleh tokoh-tokoh masyarakat yang dengan terbuka turut serta mendukung jalannya acara. Dalam setiap langkah persiapan, terlihat kolaborasi yang harmonis dan hangat.
Koordinator acara festival, Queena Ayyesha mengatakan, Festival Derang Hibualamo kali ini berusaha untuk menyerukan kembali kejayaan kebudayaan lokal dan kosmopolis rempah Halmahera Utara.
“Kami berharap, kearifan lokal yang selama ini hidup di tengah masyarakat bisa lebih dikenal dan dihargai luas oleh generasi sekarang,” ucap Queena, Senin, 21 Juli 2025.
Festival ini, kata dia, diharapkan tidak hanya menjadi ajang penutup, tetapi juga ruang berbagi dan menjalin silaturahmi. Semangat Derang Hibualamo menjadi pengingat bahwa menjaga budaya, membangun desa, hingga merawat solidaritas, tidak dapat dilakukan sendiri.
“Butuh ‘rumah besar’ tempat semua orang bisa duduk bersama dan saling belajar. Dan di rumah itulah, cahaya akan menyala,” pungkasnya.