02
Oktober
2026
Jumat - : WIB

Bicara Kemerdekaan RI dan Masa Depan Maluku Utara

halmaheranesia
Agustus 9, 2025 pada Kabar Daerah
Diskusi yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku Utara dan OKP Cipayung Plus di Kota Ternate. Foto (Istimewa)

Halmaheranesia – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku Utara dan OKP Cipayung Plus menggelar diskusi publik terkait refleksi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) di kedai kopi Sabeba pada Jumat malam, 8 Agustus 2025.

Kegiatan yang bertajuk “Bersama Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” menghadirkan beberapa pemantik, di antaranya Yuliha Pihang, pemerhati perempuan dan anak, Abdul Haris Nepe, perwakilan aktivis, serta Yunita Kaunar, Ketua Aji Ternate.

Ketua PKC PMII Maluku Utara, Wahida A. Abd Rahim dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk menjemput momentum kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 dengan mengajak anak-anak muda senantiasa melihat masa depan Maluku Utara.

“Agar anak muda di Maluku Utara akan terus mencintai NKRI, tidak kehilangan identitas, serta terus berjuang mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara,” ujar Wahida A. Abd Rahim.

Abdul Haris Nepe dalam kesempatan itu mengatakan, hari kemerdekaan Indonesia merupakan suatu hal dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga menurutnya, forum diskusi seperti ini sangat penting untuk membicarakan persoalan masalah kebangsaan.

“Saya berdiri di sini bukan hanya sebagai seorang aktivis, tetapi sebagai bagian dari rakyat Indonesia yang mencintai negeri ini. Di mana cinta yang diucapkan, ditunjukkan lewat kerja nyata, lewat keberpihakan kepada rakyat, dan lewat perjuangan untuk keadilan,” ucapnya.

Selain itu, Yulia Pihang, pemerhati perempuan dan anak menjelaskan, kemerdekaan perempuan dan anak sejatinya setiap mempunyai hak untuk hidup, salah satunya kehidupan yang aman dari bentuk kekerasan, mulai dari kehidupan bermartabat serta mendapatkan hak secara utuh.

“Artinya perempuan dan anak bisa hidup aman, bebas dari kekerasan, punya akses yang adil terhadap pendidikan, kesehatan, dan berhak menyuarakan masa depan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (Aji) Ternate, Yunita Kaunar, mengaku kera-kerja jurnalis bukan hanya menyampaikan pemberitaan, tetapi bagian dari barisan perjuangan kemerdekaan.

“Sehingga kalau kita tahu tokoh-tokoh seperti Soetomo, Tirto Adhi Soerjo, bahkan Bung Karno sendiri, menggunakan media untuk menyuarakan perlawanan terhadap penjajahan,” pungkasnya.

____

Reporter: Musmaulana

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

by halmaheranesia
MENU