Halmaheranesia – Ajang pencarian bakat Bintang Timur kembali hadir memasuki musim ketiga. Tahun ini, acara tersebut diproyeksikan menjadi panggung strategis bagi musisi Maluku Utara (Malut) untuk menampilkan karya cipta hingga dikenal di tingkat nasional.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyambut baik ajang ini. Menurutnya, banyak penyanyi dan pencipta lagu asal Malut yang berkualitas, hanya saja belum memiliki panggung besar.

“Ini sudah tahun ketiga Bintang Timur. Tahun pertama kita cari penyanyi, tahun kedua juga begitu, tetapi belum berhasil menembus nasional. Lalu muncul Angga, Bokinana, dan Faris Adam dengan karya mereka sendiri. Dari situ saya melihat pentingnya mengangkat karya ciptaan musisi,” kata Sherly saat membuka kegiatan sharing session distribusi digital musik di Modiv, Bela Hotel Ternate, Senin malam, 25 Agustus 2025.

Sherly menilai lebih ideal jika para musisi tetap tinggal di Malut untuk berkarya, sementara hasil musik mereka dipasarkan secara nasional bahkan internasional.

“Lagu-lagu itu harus didaftarkan hak intelektualnya, didistribusikan secara profesional, dan dipasarkan dengan benar supaya menghasilkan nilai ekonomi yang optimal,” tambahnya.

Ia juga mengajak komunitas musik di Maluku Utara terus berkarya dan berpartisipasi, juga berkolaborasi bersama.

“Mari kita promosikan bersama. Harapannya, Bintang Timur tahun ini bisa benar-benar melahirkan bintang yang mampu masuk ke panggung nasional,” harapnya.

Sementara itu, Koordinator Bintang Timur Season 3, Abdul Haris Muhidin, mengatakan konsep kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya audisi lebih menekankan pada kemampuan bernyanyi, kini fokus beralih pada karya original musisi.

“Event sebelumnya mencari penyanyi berbakat, kali ini kami ingin mendorong karya asli mereka agar bisa dipasarkan dan mendapat pengakuan nasional maupun global,” jelasnya.

Menurut dia, tahap pertama dimulai 1–25 September dengan proses pengumpulan karya. Selanjutnya, pada 27–30 September, akan ada proses kurasi oleh tiga kurator nasional. Dari hasil kurasi akan dipilih 10 besar peserta yang tampil langsung di hadapan juri.

Setelah penampilan tersebut, lanjut dia, tiga terbaik akan diumumkan dan berkesempatan tampil di perayaan HUT Pemerintah Provinsi Maluku Utara pada 11 Oktober di Sofifi.

Haris menjelaskan, tiga pemenang utama akan mendapat pendampingan mentor hingga tahap produksi. Hadiah utama yang disiapkan senilai Rp 250 juta berupa rekaman, pembuatan video klip, perilisan single, serta promosi.

“Rilis resmi karya mereka dijadwalkan 3 Januari 2026 dengan distribusi didukung lembaga musisi nasional, pemutaran serentak di radio seluruh Indonesia, pemberitaan media nasional, playlist Spotify, hingga promosi di media sosial,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *