
Halmaheranesia – Aksi demonstrasi di Kota Ternate, Maluku Utara pada Senin, 1 September 2025 di depan kantor DPRD berakhir ricuh. Sejumlah massa yang ditangkap pun terlihat dipukul dan ditendang beberapa oknum polisi.
Orsan Maujud, salah satu mahasiswa terlihat pecah pelipisnya. Ia bercerita, ketika mulai ricuh, sekitar pukul 17.20 WIT, ia mencoba mengamankan diri di depan Masjid Kelurahan Kalumata.
Ia diperintahkan oleh seorang seniornya untuk tetap di tempat dan tidak lari. Alasan lainnya karena ia merasa tidak membuat tindakan berlebihan ketika aksi.
Tiba-tiba saja ia ditarik lalu dipukuli oleh sejumlah polisi berseragam dan beberapa lainnya yang diduga sebagai intel di lokasi tersebut.
“Waktu saya ditarik, saya mulai dipukul menggunakan pentungan maupun dengan tangan kosong,” ucap Orsan.
Orsan menambahkan, ia bahkan sudah tidak tahu berapa banyak yang menarik dan memukulnya, sebab ia sudah dalam kondisi lemah saat dikerumuni oleh sejumlah polisi.
Akibat kejadian tersebut, sebagian wajah Orsan memar dan pecah di area pelipis mata, dan hidungnya mengalami pendarahan.
Setelahnya, ia kemudian diamankan oleh pihak kepolisian bersama delapan massa aksi lainnya di gedung DPRD Kota Ternate.
Tampak beberapa massa lainnya juga mendapat kekerasan, ada yang bengkak di bagian wajah, pecah di bagian bibir hingga lemas akibat ditarik.
“Kepala saya pusing, hidung saya berdarah, padahal saya tidak berbuat rusuh, tapi saya ditangkap,” pungkas Orsan.
Sekitar pukul 18.50 WIT, informasi yang diterima halmaheranesia, sudah sekitar 16 massa aksi yang diamankan dan dibawa ke Polres Ternate.
Dalam aksi ini, beberapa polisi pun mengalami luka-luka ketika ricuh, bahkan ada yang terlihat kesulitan bernapas karena terkena asap gas air mata.
______
Reporter: Andri R Mansur