Halmaheranesia – Festival Nyao Fufu (FNF) di Kelurahan Dufa, Kota Ternate Utara, bakal menjadi ajang besar pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Festival yang digelar pada 2–8 Oktober 2025 ini mengusung tema “Nyao Fufu Lokal Sebagai Ekonomi Berkelanjutan” dan menargetkan pemecahan rekor MURI dengan penyajian 6 ton ikan fufu, atau setara 5.470 ekor, sesuai jumlah penduduk Dufa-Dufa.
Ketua Panitia FNF, Sukarjan Hirto, mengatakan festival menghadirkan tiga pilar utama, budaya, bahari, dan ekonomi. Dari pilar tersebut dirancang 27 konten acara yang difokuskan pada tiga kegiatan prioritas, yakni pemecahan rekor MURI, pameran, serta pertunjukan pembukaan.
“Pembukaan akan menghadirkan pertunjukan kolosal dengan 150 orang pemain dari berbagai usia. Mereka akan menampilkan perjalanan Kampung Dufa-Dufa dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan,” jelas Sukarjan, Minggu, 28 September 2025.
Menurutnya, festival ini juga menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan UMKM di Dufa-Dufa.
“Ini menunjukkan bagaimana pengembangan UKM-UKM di Dufa-Dufa di Kota Ternate Utara itu sangat penting,” ujarnya.
Ia mengaku, Gubernur Sherly Laos dipastikan hadir membukaan acara ini bersama Pemerintah Kota Ternate, dan Menteri Pariwisata pada 6–8 Oktober.
“Beberapa menteri lain masih dalam tahap koordinasi, dan persiapan sudah 99 persen,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia, Roni Saleh, menuturkan warga Dufa-Dufa ikut berpartisipasi aktif dengan membangun tempat pengasapan ikan.
“Masing-masing RT sudah mulai membuat tempat fufu sejak hari ini,” pungkasnya.





