Halmaheranesia – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, tampil sebagai salah satu pembicara dalam Leadership Day 2025 yang digelar di Gedung GIK, Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu, 12 November 2025.
Forum tahunan ini mempertemukan para tokoh nasional lintas sektor untuk berbagi gagasan tentang kepemimpinan di tengah disrupsi teknologi dan perubahan global yang cepat.
Dalam sesi dialog, Gubernur Sherly menekankan bahwa kepemimpinan modern tidak lagi semata soal kekuasaan, tetapi tentang nilai kemanusiaan.
“Pemimpin perempuan masa kini bukan untuk mendominasi, melainkan untuk melengkapi dan menjaga keseimbangan. Empati bukan kelemahan, dari empati lahir keputusan yang tepat karena kita benar-benar mendengar,” ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah perubahan zaman, pemimpin dituntut mampu membangun kolaborasi lintas disiplin agar kebijakan dan inovasi yang dihasilkan memiliki dampak luas dan berkelanjutan.
“Kepemimpinan sejati adalah tentang mendengar, menggerakkan, dan menghadirkan perubahan yang bermakna bagi sesama,” jelasnya.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Wening Udasmoro, menilai kepemimpinan masa kini menuntut visi yang inklusif dan kolaboratif.
Sementara itu, Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, Siti Malkhamah, menyebutkan forum ini sebagai ruang refleksi dan inspirasi bagi para pemimpin lintas disiplin untuk memperkuat model kepemimpinan masa depan yang adaptif dan inovatif.
Diketahui, Leadership Day 2025 menghadirkan berbagai tokoh nasional, di antaranya Dirjen Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek RI, Ahmad Najib Burhani, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro, Managing Director Holding Danantara Agus Dwi Handaya, serta Staf Ahli Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital RI Raden Wijaya Kusumawardhana.





