Halmaheranesia – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III Sulawesi, Maluku, dan Papua mengajak jurnalis di Maluku Utara untuk memperkuat literasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat, terutama terkait program penjaminan simpanan.
Ajakan tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan LPS Sulampua, Fuad Zaen, dalam LPS Media Meet Up bertema “Diskusi, Komunikasi, dan Kolaborasi Media dalam Pengembangan Literasi Keuangan” di Bela Hotel, Senin, 24 November 2025.
Fuad menjelaskan, LPS lahir dari pengalaman pahit krisis ekonomi 1998, ketika 16 bank ditutup dan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan menurun.
“Saat itu belum ada LPS. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank menurun. Dari situ LPS dibentuk untuk menjamin simpanan nasabah dan menjaga stabilitas sistem keuangan bersama Bank Indonesia dan OJK,” ujarnya.
Sebagai gambaran, LPS menjamin simpanan masyarakat hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat-syarat tertentu. Program ini bertujuan memastikan dana masyarakat tetap aman jika bank menghadapi masalah.
“Rumus LPS hanya dua, harus dalam bentuk simpanan, dan harus disimpan di bank. Itu saja,” katanya.
Menurutnya, peran jurnalis sangat penting untuk mengedukasi publik mengenai transisi kewenangan ini.
“Harapannya, jurnalis dapat ikut menguatkan literasi keuangan masyarakat, karena semakin banyak masyarakat memahami fungsi LPS, semakin kuat stabilitas keuangan kita,” tambahnya.
Ia menegaskan, kehadiran LPS di Maluku Utara sangat penting karena wilayah ini luas dan memerlukan mitra literasi keuangan. Kolaborasi dengan jurnalis pun dianggap menjadi kebutuhan, agar edukasi kepada masyarakat bisa tersampaikan lebih cepat dan tepat.
“Kami berharap teman-teman media bisa membantu LPS mengedukasi masyarakat. Mendorong masyarakat supaya yakin menyimpan uang di bank, karena dijamin LPS 100 persen,” pungkasnya.





