Halmaheranesia – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mendampingi Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengunjungi Kedaton Tidore dalam rangka syukuran penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Sultan Zainal Abidin Syah, Sultan Tidore ke-35, Kamis, 27 November 2025.

Kehadiran Gubernur disambut Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, dan para tokoh adat.

Sherly mengatakan kunjungannya merupakan bentuk silaturahmi sekaligus upaya memperkuat hubungan dengan Kesultanan Tidore demi mendorong pembangunan daerah.

“Saya baru sembilan bulan memimpin, mohon bimbingan dan arahan. Jika ada yang salah dari saya maupun Pak Sarbin, kami sangat membutuhkan ide-ide besar dari Ou (Sultan) untuk membangun Maluku Utara,” ujar Sherly.

Sherly menyampaikan bahwa pemerintahannya berkomitmen mewujudkan keadilan pembangunan di seluruh wilayah Maluku Utara, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya sangat setuju bahwa memastikan keadilan itu hadir adalah hal penting. Pemerataan pembangunan harus dirasakan semua daerah,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, pemerintah provinsi menolak praktik politik balas dendam pascapilkada. Menurutnya, kontestasi adalah hal wajar, tetapi setelah selesai semua pihak harus kembali bersatu.

“Ketika kita bersaing, kita bersaing. Tapi kalau sudah selesai, torang kembali bahwa torang semua di Maluku Utara ini Torang Semua Basudara, Marimoi Ngone Futuru,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sherly menegaskan komitmennya untuk mempercepat upaya pemulangan artefak-artefak Kesultanan Tidore yang kini berada di Spanyol. Menurutnya, artefak tersebut memiliki nilai sejarah dan identitas penting bagi masyarakat Maluku Utara.

“Artefak ini bagian dari identitas budaya kita dan perlu segera dikembalikan,” kata Sherly.

Ia menyebutkan Pemprov Malut akan bekerja sama dengan pemerintah pusat dan mempercepat koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat diplomasi budaya dengan Pemerintah Spanyol.

Sementara itu, Sultan Tidore Husain Alting Sjah mengajak seluruh tokoh dan pemimpin daerah untuk mempererat silaturahmi demi mempercepat pembangunan di Maluku Utara.

“Bersatu dan mempererat tali silaturahmi sehingga Maluku Utara ke depan bisa lebih baik dan maju. Sehingga masyarakat mendapatkan dampak positifnya,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *