Halmaheranesia – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyebut kehadiran Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Maluku Utara penting untuk melindungi masyarakat dari maraknya pinjaman online ilegal dan investasi bodong.

Menurut Sherly, selama ini banyak warga terjebak tawaran keuangan berisiko karena minim informasi dan literasi.

“Dengan adanya kantor OJK, masyarakat tahu ke mana harus bertanya dan melapor,” kata Sherly saat peresmian kantor OJK Maluku Utara, Selasa, 9 November 2025.

Ketua Dewan Komisioner OJK RI Hendra Siregar mengatakan pembukaan kantor perwakilan tersebut bertujuan mendekatkan layanan dan memperkuat efektivitas pengawasan sektor keuangan. Ia menegaskan OJK berkomitmen meningkatkan perlindungan konsumen dari aktivitas keuangan ilegal.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama OJK juga akan memperluas program literasi keuangan ke sekolah, kampus, dan pelaku UMKM. Hasil pemetaan, kata Sherly, menunjukkan tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan masih rendah.

Selain perlindungan konsumen, kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan. Pemerintah provinsi menargetkan optimalisasi puluhan fasilitas cold storage hingga 2026 serta memperluas akses permodalan bagi nelayan untuk meningkatkan produksi.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *