Halmaheranesia — Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam rangkaian Musyawarah Daerah dan Pelantikan DPD HKTI Provinsi Maluku Utara, Senin, 21 September 2026.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Sekjen Bidang Hukum DPN HKTI Chaerul Amir, jajaran pengurus HKTI, perwakilan pemerintah daerah, serta pengurus DPC HKTI se-Maluku Utara.
Dalam sambutannya, Chaerul Amir mengatakan HKTI memiliki tanggung jawab dalam memperjuangkan kesejahteraan petani. Menurutnya, potensi sektor pertanian di Maluku Utara yang besar perlu didukung organisasi yang kuat serta sinergi dengan pemerintah daerah.
“Realitasnya, petani-petani kita masih jauh dari kesejahteraan. Inilah tantangan bagi ketua DPC yang baru dilantik, bagaimana petani-petani kita di Maluku Utara benar-benar mendapatkan kesejahteraannya,” ujarnya.
Ia juga mendorong HKTI memperkuat perlindungan dan pemberdayaan petani, mulai dari akses pupuk, harga hasil panen yang adil, permodalan, hingga pengembangan produk pertanian agar tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
Sementara itu, Nasri Abubakar mengatakan jabatan tersebut merupakan tanggung jawab baru yang harus dijalankan melalui koordinasi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan.
“Ini sebuah tanggung jawab baru. Kita akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi apa yang menjadi permasalahan sektor pertanian, baik menyangkut kesejahteraan petani, sarana prasarana, maupun produksi,” kata Nasri.
Nasri menyebutkan salah satu perhatian HKTI ke depan adalah menumbuhkan kembali minat masyarakat untuk bertani di Kota Ternate. Ia menilai jumlah petani dan semangat masyarakat untuk menggeluti sektor pertanian terus mengalami penurunan.
“Setiap hari petani kita di Kota Ternate semakin menurun, semangat masyarakat untuk bertani juga semakin berkurang. Makanya kita akan dorong agar semangat untuk bertani lebih meningkat,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan HKTI dapat menjadi wadah untuk menyerap berbagai persoalan yang dihadapi petani sekaligus mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di Kota Ternate.





