02
Oktober
2026
Jumat - : WIB

Wagub Malut Soroti Keterlambatan Pembangunan Sekolah Rakyat Kukumutu

Iksan Muhamad
September 29, 2026 pada Kabar Daerah
Wagub Malut, Sarbin Sehe saat menggelar pertemuan terbatas bersama sejumlah stekholder. Foto (Istimewa)

Halmaheranesia – Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, merespons keterlambatan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 di Kukumutu, Kabupaten Halmahera Utara.

Sarbin menggelar rapat terbatas bersama Bupati Halmahera Utara, Sekda Halmahera Utara, pimpinan OPD teknis terkait, Camat Kao serta perwakilan Hutama Karya, Selasa (29/9).

Keterlambatan pembangunan berdampak pada tertundanya aktivitas pembelajaran bagi sekitar 310 siswa baru. Termasuk pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang belum dapat dilaksanakan sesuai jadwal.

Ia tidak menampik adanya keterlambatan penyelesaian proyek tersebut. Ia mendorong pemerintah daerah bersama stakeholder terkait dan pihak kontraktor melakukan monitoring secara konkret terhadap progres pembangunan.

Menurut Sarbin, keterlambatan tersebut telah mencederai kepercayaan masyarakat karena pembangunan tidak selesai sesuai tenggat yang dijanjikan.

“Sekarang yang dirugikan siapa, balik lagi yaitu masyarakat, anak-anak kita yang sudah nunggu kesal. Ada orang tua juga yang marah. Ini persoalannya. Saya sudah sampaikan kepada pengusaha agar membangun kepercayaan, nyatanya demikian,” kata Sarbin.

Berdasarkan hasil rapat, pembangunan SRT 1 sebelumnya ditargetkan rampung pada awal September agar MPLS dapat dimulai pada 22 September. Namun hingga menjelang Oktober, pembangunan belum sepenuhnya selesai.

Sarbin kemudian meminta seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, aktif mengawal pembangunan agar dapat segera diselesaikan dan difungsikan sebagaimana mestinya.

Ia menyebutkan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu solusi untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program tersebut diperuntukkan bagi anak-anak kurang mampu dengan fasilitas pendidikan yang diberikan secara gratis.

“Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi di berbagai daerah di Indonesia termasuk Maluku Utara. Hal ini sesuai visi misi presiden Prabowo Subianto. Anak-anak kurang mampu bisa bersekolah di sini agar tidak membebani keluarga. Semuanya gratis mulai dari seragam, makan, asrama, dan lain-lain,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Hutama Karya menyampaikan progres pembangunan saat ini telah mencapai 91 persen dan ditargetkan rampung pada minggu ketiga Oktober.

“Saat ini progres pembangunan di angka 91%, minggu ke-3 bulan Oktober semua akan selesai,” jelasnya.

Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, mengapresiasi respons Wakil Gubernur bersama OPD terkait dalam mendorong percepatan pembangunan.

“Apresiasi kepada respon cepat Pak Wagub dalam keterlambatan pembangunan, semoga sinergi ini terus diperkuat hingga seluruh kebutuhan sekolah rakyat dapat terselesaikan,” ujar Piet.

Disalin
by halmaheranesia
MENU