
Ternate, HN – Pedagang yang berjualan di Kampung Ramadan, tepatnya di kawasan Benteng Oranje, Kota Ternate, Maluku Utara, mengeluhkan dagangannya tidak kunjung laku atau sepi pengunjung.
Salah satu pedagang pakaian, Abdul (59 tahun), mengaku pihaknya sudah masuk berjualan di tempat tersebut selama empat hari. Namun, selama menempati tempat ini, jualannya sepi dari pembeli.
“Pendapatan sangat berkurang, ya kita masuk saja walaupun pendapatannya tidak seberapa,” ucap Abdul, Sabtu, 23 April 2022.
Ia mengatakan, di Kampung Ramadan, pembeli yang berkunjung hanya pada saat menjelang berbuka puasa atau pada malam hari saja, sementara dari pagi hingga mau masuk waktu sore kadang tidak ada orang.
“Hanya malam hari, orang-orang akan datang walau sekadar lihat-lihat. Jadi, kalau begini terus kita bayar (tempat jualan) pakai apa ke pemerintah,” jelasnya.
Riska, pedagang lainnya mengaku, pendapatan berjualan di Kampung Ramadan sangat berbeda saat berjualan di lokasi samping Masjid Raya.
“Di sana ramai pengunjung, bahkan ada pendapatan. Beda dengan di sini,” ucap Riska.
Ia menambahkan, kalau sampai tiba waktu pembayaran tempat, maka ia akan menyampaikan ke pemerintah kota soal berkurangnya pendapatan selama berjualan di Kampung Ramadan.
“Kita akan bayar jika pendapatannya baik. Nanti kita lihat mungkin kebanyakan belum tahu tempat penjualan ini. Semoga saja mendekati lebaran banyak pengunjung yang datang,” pungkasnya.