02
Oktober
2026
Jumat - : WIB

Iskandar Mundur dari Ketua PAN Maluku Utara, Ini Penjelasannya

halmaheranesia
Mei 1, 2023 pada Politik
Iskandar Idrus saat konferensi pers soal memilih mundur dari jabatan Ketua PAN Maluku Utara. Foto (Iksan Muhamad/halmaheranesia)

Ternate, HN – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Maluku Utara, Iskandar Idrus, menyatakan sikap mundur dari ketua wilayah sekaligus tidak lagi mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI.

Pengunduran diri ini disampaikan pihaknya ke Dewan Pimpinan Pusat (DPD) PAN pada tanggal 28 April 2023 yang dinilai tidak konsisten dan mengambil keputusan secara sepihak.

Iskandar Idrus dalam konferensi pers mengatakan, pengunduran diri ini lantaran dirinya tidak masuk dalam daftar nama calon anggota DPR RI.

“Sikap saya secara pribadi yang menyatakan mundur dari Ketua DPW PAN Maluku Utara,” ucap Iskandar, Senin, 1 Mei 2023.

Iskandar mengemukakan, ada beberapa alasan yang cukup mendasar dan prinsip sehingga dirinya menyatakan sikap mengundurkan diri. Menurutnya, kepemimpinan adalah bagian dari amanah.

Oleh karenanya, lanjut Iskandar, amanah tersebut adalah tanggung jawab, di mana dalam rangka melaksanakan tanggung jawab itu harus memiliki prinsip.

“Dan kemunduran saya berkaitan dengan prinsip-prinsip yang saya anut secara pribadi dan saya itu tidak bisa dikompromikan,” jelasnya.

Berkaitan dengan itu, ia menyebutkan, setahun yang lalu DPP PAN meminta dirinya untuk maju mencalonkan diri sebagai DPR RI.

“Saya kira teman-teman tahu, bagaimana saya melakukan konsolidasi, baik di media sosial, media online, temui tokoh-tokoh maupun turun langsung di lapangan,” katanya.

Iskandar menambahkan, tiba-tiba DPP PAN menyampaikan bahwa dirinya tidak masuk dalam kompetitor calon DPR RI. Ini yang kemudian, menurut dia, bertentangan dengan apa yang disampaikan DPP setahun yang lalu.

“Empat hari yang lalu saya disampaikan bahwa saya tidak masuk sebagai kompetitor calon DPR RI dari PAN,” ujarnya

“Ada tiga nama yang diusung oleh DPP PAN, sementara saya tidak. Dari tiga nama itu yakni Nita Budi Susanti, Abdurahman Lahabato, dan Hein Namotemo. Dan itu bertentangan dengan prinsip yang saya bangun selama ini,” pungkasnya.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

by halmaheranesia
MENU