
Halmaheranesia – Nasri Abubakar secara aklamasi ditetapkan sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Maluku Utara (Malut).
Dukungan secara aklamasi tersebut diperoleh dalam agenda Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Maluku Utara melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Hotel Bella Ternate, Senin, 2 November 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Konsolidasi Demokrat: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan” tersebut dibuka secara langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Dr. Ir. E. Herman Khaeron, M.Si.
Nasri menjelaskan, bahwa dalam mekanisme Partai Demokrat, hasil Musda belum menetapkan ketua terpilih secara definitif, melainkan menetapkan calon ketua. Keputusan akhir berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), khususnya Ketua Umum Partai Demokrat.
“Alhamdulillah, walaupun baru ditetapkan sebagai calon. Karena di Partai Demokrat itu tidak langsung mendapatkan ketua terpilih, tetapi hanya mendapatkan calon. Nanti keputusannya berada di pimpinan pusat, yaitu ketua umum sendiri,” ujar Nasri.
Nasri mengatakan, langkah awal yang akan dilakukannya apabila mendapat kepercayaan memimpin DPD Partai Demokrat Maluku Utara adalah melakukan konsolidasi organisasi di seluruh tingkatan. Konsolidasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat struktur partai, mulai dari tingkat paling bawah hingga DPD.
Menurutnya, penguatan struktur organisasi menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah politik partai ke depan, terutama dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Terkait target politik, Nasri mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan perolehan kursi Partai Demokrat di seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara. Ia menargetkan daerah-daerah yang sebelumnya belum memiliki keterwakilan Demokrat di DPRD agar dapat memperoleh kursi pada pemilu mendatang.
Tidak hanya itu, Nasri juga menargetkan penambahan kursi di DPRD Provinsi Maluku Utara. Sementara target utama yang ingin dicapai adalah mengembalikan keterwakilan Partai Demokrat di DPR RI dari daerah pemilihan Maluku Utara.
“Komitmen kami di hadapan Ketua Umum, target ke depan minimal kita akan memenuhi kursi di seluruh kabupaten/kota yang kemarin kita tidak memiliki kursi. Ke depan kita akan memiliki kursi di DPRD kabupaten/kota seluruhnya. Bahkan ada penambahan kursi di DPRD provinsi. Yang paling terpenting adalah target utama kami, yaitu satu kursi DPR RI,” tegasnya.
Nasri juga menegaskan bahwa salah satu tugas utamanya adalah mengembalikan kursi Partai Demokrat di DPR RI yang pernah diraih sebelumnya. Ia menyebut Demokrat pernah memiliki keterwakilan di DPR RI, namun kehilangan kursi tersebut sejak Pemilu 2014 hingga saat ini.
“Itu tugas saya yang utama adalah mengembalikan kursi itu. Saya kira itu,” ungkapnya.
Saat ditanya mengenai peluang untuk maju dalam kontestasi politik di Kota Ternate, Nasri menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah mengonsolidasikan Partai Demokrat di seluruh tingkatan.
Meski demikian, ia menyebut seluruh peluang politik ke depan tetap terbuka, baik dalam kontestasi legislatif maupun eksekutif, termasuk di Kota Ternate.
“Partai Demokrat tetap membuka peluang untuk mengusung calon wali kota dalam kontestasi pemilihan kepala daerah mendatang. Menurutnya, setiap pasangan calon kepala daerah diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekjen Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan Musda bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi, melainkan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi dan menyatukan kembali seluruh kekuatan Partai Demokrat di Maluku Utara.
Ia menekankan pentingnya menjaga solidaritas kader, membangun komunikasi yang baik antarkader, serta memperkuat struktur organisasi hingga tingkat paling bawah.
“Kepemimpinan baru harus mampu membawa semangat pembaruan sekaligus memastikan Partai Demokrat semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.
Herman juga mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan membutuhkan kerja kolektif, bukan hanya mengandalkan figur ketua atau pengurus tertentu.
Karena itu, seluruh kader diharapkan mengesampingkan perbedaan dan kembali memperkuat barisan demi membangun kekuatan partai.
“Musda ini harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, merapatkan barisan, dan membangun kekuatan Partai Demokrat. Siapa pun yang diberikan amanah memimpin harus mampu merangkul seluruh kader dan bekerja untuk membesarkan partai,” pungkasnya.