Halmaheranesia – Tiga kecamatan terluar di Kota Ternate, yakni Batang Dua, Pulau Hiri, dan Moti hingga kini belum tersentuh proyek perbaikan jalan.

Meski Pemerintah Kota Ternate telah menerima reward sebesar Rp 30 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk peningkatan 27 ruas jalan.

Saat ini, pekerjaan pemeliharaan tengah dikerjakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate, Rus’an M. Nur Taib, menyebutkan tahun ini tidak ada satu pun kegiatan perbaikan jalan yang dilakukan di kecamatan terluar. Padahal, kondisi jalan di wilayah tersebut tergolong rusak berat, terutama Batang Dua.

“Tahun depan juga kita akan lihat, apalagi setelah adanya penyesuaian TKD (transfer ke daerah). Anggaran kita berkurang, jadi fokus dulu pada pemeliharaan jalan dalam kota,” kata Rus’an, Rabu, 5 November 2025.

Ia mengaku, kondisi jalan di Kelurahan Bido, Batang Dua, hampir seluruhnya rusak parah. Namun, perbaikan belum bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran daerah.

Rus’an menjelaskan, untuk Kecamatan Hiri sendiri, kondisi jalan masih tergolong baik sehingga belum menjadi prioritas utama perbaikan.

Sementara untuk Kecamatan Moti, pihaknya berencana mengusulkan pekerjaan perbaikan jalan pada tahun anggaran berikutnya.

“Hiri belum prioritas karena jalannya masih bagus. Untuk Moti mudah-mudahan bisa kita upayakan tahun depan,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *