Halmaheranesia – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mulai merapikan barisan birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Sebanyak 10 pejabat eselon II masuk radar evaluasi kinerja dan berpotensi digeser dari jabatan strategis.

Dari jumlah tersebut, tujuh pejabat berstatus definitif, yakni Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Saifuddin Djuba, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Muliadi Tutupoho, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Wa Zaharia, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Marwan Polisiri, Kepala Dinas Pariwisata Tahmid Hi. Wahab, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Rahwan K. Suamba, serta Kepala Biro Administrasi Pembangunan Ridwan Saban.

Sementara tiga pejabat lainnya berstatus pelaksana tugas (Plt), masing-masing Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Fauji Momole, Plt Kepala Dinas Pertanian Anwar Husen, dan Plt Kepala Biro Umum Amrin.

Evaluasi dilakukan melalui sistem manajemen talenta oleh Komite Talenta yang dipimpin Sekretaris Daerah Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir. Nama-nama pejabat yang akan mengikuti penilaian tersebut telah diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

“Nama-nama itu sudah disampaikan ke BKD dan akan segera dievaluasi,” kata Plt Kepala BKD Maluku Utara, Zulkifli Bian, Jumat. 13 November 2025.

Zulkifli menjelaskan, hasil evaluasi akan menentukan nasib para pejabat, termasuk kemungkinan mutasi atau demosi bagi yang tidak memenuhi standar kompetensi jabatan. Bahkan, satu pejabat disebut tidak mengikuti uji kompetensi sehingga berpotensi diturunkan jabatannya.

Untuk tiga pejabat berstatus Plt, posisi mereka dinilai paling rawan. Pasalnya, capaian kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpin masih jauh dari target gubernur.

“Jika sampai akhir bulan ini tidak ada progres signifikan, mereka akan dipertimbangkan untuk diganti,” ujar Zulkifli.

Ia menegaskan, jabatan Plt dapat dicopot sewaktu-waktu karena sepenuhnya menjadi kewenangan gubernur. Meski masih diberi kesempatan memperbaiki kinerja hingga akhir November, peluang Plt Kepala Biro Umum disebut kecil untuk dipertahankan.

“Kalau mereka mampu menunjukkan hasil maksimal, bisa saja dipertahankan. Tapi jika tidak ada kemajuan, mereka akan diganti. Khusus Karo Umum, peluangnya kecil,” tandas Zulkifli.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *