10
Oktober
2026
Sabtu - : WIB

Sehimpun Puisi Nurul Arindi Aulia

halmaheranesia
Oktober 10, 2026 pada Senggang
Ilustrasi puisi-puisi Nurul Arindi Aulia. Gambar (Gemini)

Surat Terakhir Mawar

Namamu yang familiar di bibir

selalu kupanggil saat sendirian di sini

namun, kau tak pernah datang

aku harus menanggung beban sendirian

tanpa teman, tanpa keluarga, hanya ditemani sisir

berharap dapat mempercantik diri agar kau ingin kembali.

Sudah lama tak ketemu, aku gila tanpamu

Apa kurangnya diri ini?

sudah kulakukan semua hal agar kau kembali

sekarang, aku terkurung di ruang kubik berwarna putih

menghiasi dinding dengan sejuta perasaan yang tak pernah dilihat olehmu

suatu hari aku, si Mawar yang tak pernah kau idamkan, melihatmu di balik kaca

melihatmu menggandeng tangannya.

Siapa dia?

Begitu anggun melebihi Mawar yang dikenal cantik

Mawar terlihat antik dibanding Anggrek putih penuh arti.

Namamu yang familiar di bibir

kuucapkan saat kita bertemu berbatas kaca tebal

bahkan aku seorang manusia bebal

tak bisa pecahkan pembatas di depan mata.

Aku terlihat bodoh di depan orang barumu itu yang polos

tak tahu apa-apa tentang aku yang goblok

sekarang saatnya si Mawar pergi

membawamu menjadi cinta terakhirku.

2025-2026.

___

Benar Berbakat

Mereka bilang “coba lagi”

Tapi untuk apa?

Mati lagi? Malu lagi?

Ini terus terulang.

Banyak yang tinggi

beda dengan aku yang pendek begini

tapi aku memiliki kepedean seperti mereka

itu sangat memalukan.

Yang bisa kulakukan sekarang hanya mencoba

latihan maupun belajar mungkin tak berguna

tetapi lebih baik dari tidak sama sekali

tak ingin kupermalukan diri ini lagi.

Tak bisakah aku lahir dengan bakat seperti mereka?

Mengatur kata memang mudah

tapi caraku berbeda dengan mereka.

Pulau, 2024.

____

Mencari Jalan

Papa, aku belum siap

melanjutkan hidup seorang diri

tanpa kompas

dari tanganmu yang selalu menuntunku pada jalur yang benar

engkau tahu,

aku kerap tersesat dalam simpang siur ketidakpastian.

Pa, ketahuilah

ada bayang-bayang pekat yang selalu menghantui benarku

Bagaimana jika langkahku salah menapak?

Bagaimana jika kuseduh racun kegagalan

pada cawan mimpi dan harapan yang telah kauukir untukku?

Jalan di hadapanku terbentang kabur

tak sanggup kupilih tanpa suaramu.

Jika takdir memintaku

mendaki bukit dan menyeberang lembah

lewat jalan yang jauh lebih panjang,

maukah kau tetap menyalakan lentera?

Membantuku merintis jalan setapak

hingga asa ini menjelma nyata.

Papa, aku takjub pada caramu

menemukan terang di tengah kabut paling pekat

maka, kumohon, jangan pernah lelah merangkulku

jangan biarkan aku terlempar

menjadi musafir yang tersesat dan sendirian

seperti bentang sepi yang pernah kaujelajah dahulu kala.

Aku selalu membayangkan dirimu di masa muda

begitu kokoh bagai karang yang diterjang ombak

merintis jalan seorang diri tanpa tongkat penopang.

Engkau tahu, darahku tak sekuat dirimu

yang harus bernapas sendirian

di tanah rantau yang riuh dan asing ini.

Apakah hidup ini memang selamanya begini, Pa?

Sebuah perjalanan abadi

terus mencari jalan tanpa akhir?

Lembah, 2026.

____

I’ve Always Wanted A Sister

I’ve always wanted a sister

Because i can play dress up with her

I can talk about boys with her

And I can share my old toys with her.

But it all change when you were born.

I’ve waited for a long time to see a girl comes out of mama’s womb.

But the one who comes out is a boy who like to play with bombs.

I’m almost drowning because of you,

Oh, I wished I’ve pushed you too.

It turns out I can play dress up with you,

But we used blankets and some old jackets.

I do talk about boys with you, and you’d tell me about the girl you liked too, as a barter.

And sometimes you’d play with my bicycle because you like it better.

Seems like the one I’ve been waiting to comes out of mama’s womb is you.

It has always been you,

Not a baby girl who’d cry if I hit her too hard.

2025.

____

Penulis Nurul Arindi Aulia lahir di Ternate pada 24 September 2011. Saat ini, ia tercatat sebagai siswi kelas X di MAN Insan Cendekia Halbar. Di waktu luangnya, Arindi gemar membaca buku–yang sering kali menjadi sumber inspirasi utama dalam melahirkan karya-karyanya. Memiliki ketertarikan yang besar terhadap bahasa asing, ia bercita-cita menjadi seorang diplomat yang membawa manfaat bagi negaranya.

Disalin

Pos Terkait

Oktober 8, 2026
Oktober 3, 2026
September 25, 2026
September 18, 2026
September 16, 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

by halmaheranesia
MENU
close