Halmaheranesia – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengaku belum dapat mengambil keputusan terkait penetapan satu nama dari tiga calon Direksi Perumda Air Minum Ake Gaale Kota Ternate, meski hasil seleksi telah disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI.

Tauhid yang juga bertindak sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai di halaman Kantor Wali Kota Ternate, Senin, 9 Februari 2026.

Menurutnya, proses pelantikan belum dapat dilakukan karena hasil seleksi tiga calon direksi masih berada di Jakarta untuk mendapatkan persetujuan Mendagri.

“Untuk pelantikan belum dilakukan, karenahasil tiga nama tersebut masih di Jakarta, dalam hal ini di Mendagri RI,” ujar Tauhid.

Ia menjelaskan, meski kewenangan penetapan satu nama direksi berada pada dirinya, namun terdapat sejumlah catatan yang perlu didalami sebelum mengambil keputusan final.

“Memang penentuan ada di saya, tapi ada hal-hal tertentu yang menjadi catatan. Dasarnya melalui proses yang dilakukan oleh tim seleksi, kemudian ada pendalaman dari saya,” jelasnya.

Tauhid menambahkan, hasil yang disampaikan oleh panitia seleksi sejauh ini baru sebatas menilai kelayakan berdasarkan tahapan seleksi yang telah dilalui, termasuk penetapan tiga nama terbaik.

Sebelumnya, Panitia Seleksi (Pansel) secara resmi mengumumkan tiga besar hasil seleksi terbuka Jabatan Direktur Perumda Air Minum Ake Gaale Kota Ternate periode 2026–2029.

Dalam Pengumuman Nomor 09/PANSEL-PERUMDA/2026, Pansel menetapkan tiga calon terbaik berdasarkan hasil wawancara akhir bersama Wali Kota Ternate selaku KPM.

Adapun tiga calon tersebut yakni Firman Sjah dengan nilai 7,409, Muhammad Riswan Ilyas dengan nilai 7,378, dan Djasman Abubakar dengan nilai 7,342.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *