Halmaheranesia — Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai meminta pemerintah daerah agar menetapkan status darurat bencana kekeringan serta peduli pada nasib para petani.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi III DPRD Pulau Morotai, M. Johor Boleu, saat menghadiri rapat paripurna Penyampaian Rencana Perubahan Kebijakan Umum dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) di Aula Kantor DPRD Pulau Morotai.
Menurutnya, bencana kekeringan yang terjadi beberapa bulan terakhir ini menyebabkan ratusan tanaman masyarakat mangalami kerugian hingga ratusan juta.
“Bencana kekeringan ini sudah seharusnya Pemda menetapkan darurat bencana kekeringan sehingga anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dapat digunakan untuk membantu masyarakat,” ujar Johor, Rabu, 23 September 2026.
Ia mengungkapkan, bahwa salah satu sumber ekonomi di Morotai adalah pertanian atau hasil bumi, seperti cengkeh, pala dan lainnya. Dengan adanya masalah ini, pemerintah daerah sudah semestinya menyediakan solusi bagi para petani.
“Orang-orang tua petani yang berada di desa ini tidak pernah terbayangkan untuk menjadi kaya. Akan tetapi dari hari bertani itu mereka hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari membeli beras, menyekolahkan anak, dan memenuhi kebutuhan dasar lain,” paparnya.
Semantara itu, Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Cristian Pawane, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak berdiam diri atas kekeringan yang terjadi dan kerugian yang dialami masyarakat.
Ia menjelaskan, Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, sejak tanggal 14 Agustus 2026 telah mengelurkan Surat Keputusan Bupati Pulau Morotai No 100.3.3.2/273/KPTS/PM/2026 tentang status tangkap darurat bencana kekeringan, kebakaran lahan, dan hutan di Kabupaten Pulau Morotai.
Melalui SK tersebut, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai terus berupaya meminimalisir potensi kerugian yang dialami masyarakat.
“Kekeringan ini menjadi menjadi perhatian serius dari Pemda Morotai. Pemda melalui PDAM beberapa minggu terakhir intens mendistribusikan air ke kebun, di antaranya di Desa Waringin,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selain mendistribusi air ke kebun warga, pihaknya melalui Dinas Pertanian juga telah melakukan pengadaan bibit pala untuk masyarakat, agar melakukan peremajaan tanaman.
“Berapun tanaman masyarakat yang mati akan diberikan bantuan bibit pada masyarakat,” tandasnya.





