02
Oktober
2026
Jumat - : WIB

Sampah Organik di Pasar Morotai Berhasil Diolah Jadi Pupuk Kompos

Risaldi S.
Oktober 1, 2026 pada Kabar Daerah
Sampah yang berada di Pasar Morotai diolah menjadi kompos. Foto (Risaldi S/halmaheranesia)

Halmaheranesia — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulau Morotai terus mencari solusi mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah mengolah sampah organik dari pasar menjadi pupuk kompos.

Plt. Kepala DLH Kabupaten Pulau Morotai, Nurhayati, mengatakan program pengomposan tersebut merupakan inisiatif internal DLH dan belum tercantum dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) maupun memiliki anggaran khusus.

“Inovasi pengomposan ini sebenarnya tidak ada dalam DIPA DLH atau penganggarannya memang belum ada. Namun, bagaimana mengurai sampah ini menjadi tugas saya selama kurang lebih tiga bulan dipercaya masuk di Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Nurhayati, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurutnya, inovasi tersebut lahir dari keinginan untuk mencari solusi agar sampah tidak seluruhnya berakhir di TPA, tetapi dapat diolah kembali sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Yang memproduksi sampah ini adalah masyarakat. Karena itu, bagaimana sampah ini bisa kembali bermanfaat bagi masyarakat itu sendiri,” katanya.

DLH menilai memanfaatkan limbah pasar, khususnya sampah organik berupa sisa sayuran dan buah-buahan yang sudah membusuk, sebagai bahan baku pembuatan pupuk kompos.

Sementara untuk sampah plastik, kata Nurhayati, pihaknya masih mencari metode pengelolaan yang tepat.

“Untuk sampah plastik yang juga menjadi keresahan, sementara ini kami sedang mencari solusinya. Tetapi untuk sampah organik, kami manfaatkan sebagai pupuk kompos,” jelasnya.

Hasilnya, sejak pertengahan Agustus hingga 1 Oktober 2026, DLH Morotai telah memproduksi sekitar 80 kilogram pupuk kompos yang siap digunakan.

Kegiatan tersebut juga mulai mendapat perhatian dari berbagai pihak. Sekitar dua pekan sebelumnya, DLH menerima kunjungan investor yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan. Selain itu, mahasiswa Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Pasifik (Unipas) Morotai turut berkomunikasi dengan DLH terkait pengolahan sampah.

Untuk sementara, hasil produksi pupuk kompos dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) milik DLH.

Disalin
by halmaheranesia
MENU