Halmaheranesia – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara melakukan kunjungan kerja ke RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, Senin, 14 September 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD sekaligus upaya memperkuat koordinasi terkait pengembangan pelayanan kesehatan rujukan di Provinsi Maluku Utara.

Rombongan dipimpin Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara Drs. H. M. Iqbal Ruray, M.BA, bersama jajaran pimpinan DPRD.

Mereka diterima langsung Direktur RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes, beserta jajaran manajemen rumah sakit.

Dalam pertemuan tersebut, DPRD dan manajemen RSUD membahas sejumlah aspek pelayanan serta pengembangan fasilitas kesehatan.

Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan layanan jantung terpadu sebagai bagian dari penguatan kapasitas RSUD sebagai rumah sakit rujukan di Maluku Utara.

Direktur RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie dr. Rosita Alkatiri mengatakan, pengembangan layanan jantung merupakan salah satu prioritas rumah sakit dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialistik.

“Gedung Jantung Terpadu telah diresmikan oleh Gubernur Maluku Utara pada 28 Agustus 2026 dan mulai digunakan untuk pelayanan sejak 1 September 2026,” kata dr. Rosita.

Menurutnya, keberadaan gedung tersebut memungkinkan berbagai layanan jantung ditempatkan dalam satu fasilitas sehingga pelayanan kepada pasien dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.

“Mulai dari poliklinik sampai dengan pelayanan lainnya sudah berada dalam satu gedung, sehingga pelayanan jantung dapat terintegrasi dan terpadu,” ujarnya.

Pengembangan layanan tersebut dilakukan secara bertahap. RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie saat ini telah melaksanakan layanan kateterisasi jantung atau cardiac catheterization laboratory (catlab), termasuk tindakan
pemasangan ring jantung.

Selain memperkuat layanan yang telah berjalan, rumah sakit juga mempersiapkan pengembangan operasi jantung terbuka yang direncanakan mulai dilaksanakan pada November 2026.

Dalam proses pengembangan tersebut, RSUD mendapatkan dukungan dan pendampingan dari sejumlah rumah sakit rujukan, di antaranya Rumah Sakit Harapan Kita, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan Rumah Sakit Cileungsi.

Direktur Rosita mengatakan, pengembangan layanan jantung terpadu diharapkan dapat memperluas akses masyarakat Maluku Utara terhadap pelayanan kesehatan spesialistik yang sebelumnya membutuhkan rujukan ke luar daerah.

“Harapannya, seluruh kelengkapan, baik dari sisi alat maupun tenaga, dapat segera disiapkan sehingga pelayanan jantung terpadu dapat berjalan secara keseluruhan dan pasien tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah,” katanya.

Selain pengembangan layanan jantung, manajemen RSUD juga menyampaikan sejumlah kebutuhan sarana dan prasarana kepada pimpinan DPRD.

Salah satunya terkait kondisi bangunan di sisi timur rumah sakit yang telah berusia cukup tua dan membutuhkan pengembangan.

Ia menjelaskan, rencana pengembangan bangunan tersebut masih menunggu penyelesaian proses pemusnahan aset.

Setelah proses tersebut rampung, bangunan lama di sisi timur direncanakan dibongkar dan dibangun kembali untuk mendukung pengembangan fasilitas pelayanan rumah sakit.
“Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari DPRD maupun pemerintah daerah untuk peningkatan layanan, khususnya terkait sarana dan prasarana yang saat ini sudah cukup tua,” ujarnya.

Kebutuhan lain yang menjadi perhatian adalah pengadaan genset baru untuk menunjang keandalan operasional rumah sakit.

Saat ini, RSUD memiliki genset berkapasitas 500 KVA yang dinilai belum mencukupi kebutuhan gedung pelayanan baru.

Menurut dr. Rosita, keberadaan genset dengan kapasitas yang memadai menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan, terutama ketika terjadi gangguan pasokan listrik.

“Kebutuhan genset ini sudah kami ajukan dalam APBD Perubahan. Kami berharap dapat mendapat dukungan karena kapasitas yang ada saat ini belum cukup untuk mendukung gedung baru,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara Drs. H. M. Iqbal Ruray, M.BA, mengapresiasi langkah RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya melalui pengembangan layanan jantung terpadu.

Ia mengatakan DPRD akan mendorong dukungan terhadap kebutuhan prioritas rumah sakit, termasuk pengadaan genset serta penguatan sarana dan
prasarana pelayanan.

Menurut Iqbal, penguatan RSUD sebagai rumah sakit rujukan memiliki arti penting bagi masyarakat Maluku Utara karena semakin lengkap layanan yang tersedia di daerah, semakin besar pula peluang masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

“Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan rujukan di Maluku Utara agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang semakin lengkap di daerah,” kata Iqbal.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *