Halmaheranesia – Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., meninjau langsung aktivitas pelayanan di sejumlah unit rumah sakit.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi pelayanan dari dekat sekaligus mendengarkan pengalaman pasien dan tenaga kesehatan.

Rosita mengunjungi Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat jalan, hingga ruang rawat inap.

Di setiap unit, Direktur berdialog dengan pasien dan petugas untuk memperoleh gambaran mengenai pelayanan yang berjalan, termasuk kebutuhan serta hal-hal yang masih perlu mendapat perhatian.

Menurut dr. Rosita, interaksi langsung dengan pasien menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kualitas pelayanan.

Masukan yang disampaikan pasien, kata Direktur, dapat menjadi bahan evaluasi bagi manajemen rumah sakit.

“Dengan turun langsung, kami bisa mendengar pengalaman pasien dan melihat kondisi pelayanan dari sisi yang berbeda. Apa yang disampaikan masyarakat menjadi masukan penting bagi kami untuk melakukan perbaikan,” kata dr. Rosita.

Saat berada di IGD, dr. Rosita juga menerima masukan masyarakat mengenai kondisi keterbatasan tempat tidur yang terkadang terjadi ketika jumlah pasien meningkat.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan pelayanan, terutama karena RSUD dr. H. Chasan Boesoirie merupakan rumah sakit rujukan yang melayani pasien dari berbagai daerah di Maluku Utara.

“Dalam kondisi tertentu, jumlah pasien yang datang bisa meningkat, termasuk pasien rujukan dari berbagai daerah. Kami memahami keluhan masyarakat terkait ketersediaan tempat tidur dan kondisi ini terus menjadi perhatian kami,” ujarnya.

Sebagai informasi, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie merupakan salah satu rumah sakit rujukan di Maluku Utara yang melayani masyarakat dari 10 kabupaten dan kota.

Dengan cakupan pelayanan tersebut, IGD menjadi salah satu pintu masuk utama bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis, termasuk pasien rujukan dari fasilitas kesehatan di daerah.

dr. Rosita menegaskan, keterbatasan tempat tidur tidak berarti pasien yang datang ke IGD tidak mendapatkan pelayanan.

Penanganan tetap dilakukan berdasarkan tingkat kegawatdaruratan dan kondisi klinis masing-masing pasien.

“Sistem triase dan prioritas klinis menjadi dasar dalam menentukan penanganan pasien. Tim medis dan tenaga kesehatan tetap melakukan pemeriksaan, observasi, tindakan medis, serta pemantauan sesuai kebutuhan dan standar pelayanan,” kata Direktur.

Menurutnya, tantangan pelayanan juga harus diikuti dengan penguatan kapasitas rumah sakit. Karena itu, pengembangan layanan menjadi bagian dari upaya RSUD dr. H. Chasan Boesoirie untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan rujukan.

Saat ini, rumah sakit terus memperkuat sejumlah layanan spesialistik, di antaranya bedah saraf dan bedah anak.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat Maluku Utara terhadap layanan kesehatan rujukan tanpa harus mencari pelayanan di luar daerah.

Bagi dr. Rosita, peningkatan mutu pelayanan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan pengembangan layanan, tetapi juga oleh kemampuan rumah sakit mendengarkan masyarakat.

“Pelayanan kesehatan pada akhirnya adalah tentang bagaimana pasien mendapatkan penanganan yang baik dan merasa didengar. Karena itu, kami ingin setiap masukan masyarakat menjadi bagian dari proses perbaikan pelayanan di rumah sakit,” ujarnya.

Karena itu, dr. Rosita mengajak masyarakat untuk menyampaikan keluhan, saran, kritik, maupun kebutuhan informasi melalui saluran resmi yang telah disediakan RSUD dr. H. Chasan Boesoirie.

“Dengan komunikasi yang terbuka, rumah sakit dapat mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus menindaklanjutinya sesuai kewenangan dan kebutuhan pelayanan,” sebut dr. Rosita.

Ajakan tersebut sejalan dengan kunjungan langsung ke ruang pelayanan yang dilakukan manajemen RSUD dr. H. Chasan Boesoirie.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan evaluasi pelayanan tetap berpijak pada kondisi nyata di lapangan serta kebutuhan pasien.

Untuk memudahkan masyarakat menyampaikan masukan, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie menyediakan sejumlah kanal pengaduan resmi yang dapat digunakan sesuai kebutuhan, yakni:

* Kotak Saran, tersedia di area pelayanan RSUD dr. H. Chasan Boesoirie.
* WhatsApp: 0822-2339-8008 (chat only).
* Email: rsud.chasanboesoirie.pengaduan@gmail.com.
* Secara langsung, melalui petugas informasi RSUD dr. H. Chasan Boesoirie.
* LAPOR!, melalui kanal pengaduan pemerintah.
* QR Pelayanan Pengaduan, dengan memindai kode QR yang tersedia di area informasi pelayanan rumah sakit.

Melalui kanal tersebut, masyarakat dapat menyampaikan pengalaman, pertanyaan, kritik, saran, maupun keluhan terkait pelayanan.

Setiap masukan yang diterima menjadi bagian dari bahan evaluasi rumah sakit untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *