26
Oktober
2026
Senin - : WIB

Karcis Masuk Pejalan Kaki di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate Dikeluhkan Warga

Andri R. Mansur
Oktober 26, 2026 pada Kabar Daerah
Lokasi penagihan karcis masuk di Pelabuhan Ahmad Yani Kota Ternate. Foto (Andri R Mansur/halmaheranesia)

Halmaheranesia — Sejumlah warga mengeluhkan tarif karcis masuk bagi pejalan kaki di Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate, Maluku Utara, yang dinilai tidak wajar.

Pantauan halmaheranesia di lokasi pada Senin, 26 Oktober 2026, akses masuk pelabuhan untuk pejalan kaki tampak telah dijaga oleh petugas pelabuhan.

Salah satu warga, Safrian Bahar, mengaku kaget saat hendak masuk ke Pelabuhan Ahmad Yani dan mendapati adanya tagihan karcis masuk pada Sabtu pekan lalu.

“Saya sempat tanya ke petugas, om so (sudah) tara (tidak) salah ini, pejalan kaki me (juga) bayar. Dia (petugas) kase tunjuk karcis, lalu saya bilang, om pe mahal, dia badiam saja,” ujar Safrian.

Ia menceritakan, setelah membaca karcis yang diterimanya, ia mengetahui bahwa setiap pejalan kaki dikenakan biaya masuk sebesar Rp5.000. Ia bahkan mengaku tidak mendapat penjelasan dari petugas terkait besaran tarif tersebut.

Menurutnya, pengguna sepeda motor juga dikenakan tarif Rp5.000. Sementara itu, pengguna mobil dikenakan tarif karcis masuk sebesar Rp6.000.

“Kalau yang deng (dengan) motor dua orang tetap bayar lima ribu, atau oto (mobil) di dalam dua sampai enam orang, tetap bayar enam ribu, lalu torang (kami) yang pejalan kaki bayar per orang lima ribu, luar biasa,” katanya.

Ia menjelaskan, karcis tersebut hanya berlaku untuk satu kali masuk. Jika pengunjung keluar untuk keperluan lain, seperti berbelanja, kemudian masuk kembali, mereka akan dikenakan tarif karcis baru.

“Saya ini pas jadwal kapal dengan rute Ternate-Dama-Morotai ada terus di sana. Jadi tau situasi pelabuhan,” jelasnya.

Ia menilai tarif tersebut sangat tidak wajar. Menurutnya, jika memungkinkan, akses masuk bagi pejalan kaki sebaiknya digratiskan kembali seperti sebelumnya.

Warga lainnya yang tidak ingin disebutkan namanya juga mengeluhkan hal serupa. Ia menyebutkan, kenaikan tarif masuk bagi pejalan kaki yang ditetapkan pihak pelabuhan semestinya disertai penjelasan kepada masyarakat.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti sejak kapan tarif tersebut mulai diberlakukan. Menurutnya, kebijakan dengan nominal yang dinilai kurang masuk akal itu berpotensi membebani masyarakat.

“Untuk pejalan kaki, karcis masuk dengan bayaran Rp5.000 ini terlalu mahal, kalau kami keluar masuk pelabuhan selalu ditagih, bayangkan saja, berapa pengeluaran hanya untuk bayar karcis masuk,” pungkasnya.

Sementara itu, General Manager PT Pelindo Regional 4 Cabang Ternate, Anwar Pae, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengaku masih berada di Sofifi.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai pemberlakuan tarif karcis masuk bagi pejalan kaki, ia belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis, meski pesan yang dikirim telah terbaca.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright halmaheranesia
MENU