05
November
2026
Kamis - : WIB

Perdana di Maluku Utara, RSUD Chasan Boesoirie Sukses Lakukan Tindakan Aneurisma Otak

halmaheranesia
November 5, 2026 pada Kabar Daerah

Halmaheranesia — RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate mencatat sejarah baru dalam pengembangan layanan saraf intervensi di Maluku Utara. Untuk pertama kalinya, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Maluku Utara tersebut melakukan tindakan stenting-assisted coiling untuk menangani aneurisma otak.

Tindakan medis itu dilaksanakan secara mandiri oleh tim dokter RSUD dr. H. Chasan Boesoirie dengan pendampingan tim Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, Rabu, 4 November 2026.

Prosedur tersebut dilakukan terhadap seorang pasien laki-laki berusia 54 tahun yang mengalami aneurisma, yakni pelebaran abnormal pada dinding pembuluh darah otak. Kondisi ini berisiko menyebabkan pembuluh darah pecah dan memicu perdarahan otak atau stroke hemoragik.

Tim pelaksana terdiri atas Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Reza M. Ammarie, Sp.N, FINA, dan Dokter Spesialis Bedah Saraf, dr. Don Augusto Alexandro Petonengan, Sp.BS, FIS.

Dokter Don menjelaskan, pasien memiliki riwayat nyeri kepala hebat setelah mengalami stroke perdarahan sekitar satu bulan sebelumnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya aneurisma pada pembuluh darah otak bagian kiri.

“Untuk mengurangi risiko perdarahan berulang, tim dokter memutuskan melakukan tindakan intervensi melalui pembuluh darah di lipat paha pasien,” tutur dr. Don.

“Teknik ini memungkinkan dokter menangani aneurisma tanpa harus melakukan operasi terbuka pada kepala,” imbuhnya.

Sementara itu, dr. Reza menjelaskan, tindakan yang digunakan adalah stenting-assisted coiling. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan alat berupa coil untuk menutup kantung aneurisma, kemudian memasang stent atau penyangga agar coil tetap stabil pada posisi yang ditentukan.

“Setelah tindakan, pasien menjalani pemantauan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU),” ujar dr. Reza.

Pelaksanaan tindakan tersebut turut mendapat pendampingan tiga dokter spesialis dari RSPON. Mereka terdiri atas dr. Ricky Gusanto Kurniawan, Sp.N, FINA, Spesialis Neurologi Konsultan Neurointervensi yang mewakili Kementerian Kesehatan dalam program pengampuan layanan stroke; dr. Abrar Arham, Sp.BS(K), Spesialis Bedah Saraf Konsultan Endovaskular; serta dr. Dimas Rahmattissa, Sp.An-TI, Subsp.N.An(K), Spesialis Anestesi Konsultan Neuroanestesi.

Dokter Spesialis Bedah Saraf Konsultan Endovaskular RSPON, dr. Abrar Arham, mengatakan tindakan tersebut menjadi langkah penting dalam pemerataan layanan kesehatan, khususnya penanganan gangguan pembuluh darah otak di wilayah Indonesia Timur.

Menurutnya, prosedur yang tergolong kompleks itu kini dapat dilakukan oleh tim dokter RSUD dr. H. Chasan Boesoirie dengan pendampingan tenaga ahli dari RSPON.

“Melalui program pengampuan, transfer pengetahuan dan keterampilan diharapkan dapat memperkuat kemampuan dokter daerah dalam mengembangkan layanan saraf intervensi secara berkelanjutan,” tuturnya.

Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., menambahkan, tindakan perdana ini merupakan bagian dari program pengampuan layanan prioritas nasional. Program tersebut mencakup pengembangan layanan kardiovaskular atau jantung, stroke, nefrologi atau ginjal, serta kesehatan ibu dan anak.

Rosita menjelaskan, sebelumnya RSUD telah menjalani pendampingan untuk pengembangan layanan jantung. Penguatan layanan kemudian dilanjutkan pada bidang stroke melalui kerja sama dengan RSPON.

“Ini perdana di Maluku Utara. Setiap kali ada tindakan baru yang dilakukan, harus ada pendampingan dari rumah sakit pengampu,” ujar dr. Rosita.

Ia menyebutkan, Kementerian Kesehatan telah membagi wilayah pengampuan layanan kesehatan berdasarkan regional dan subregional.

“Untuk pengembangan layanan jantung dan stroke di Maluku Utara, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie menjadi rumah sakit koordinator daerah, sedangkan pengampuan khusus layanan stroke dilakukan oleh RSPON,” kata Rosita.

Ia berharap tindakan perdana ini menjadi awal pengembangan layanan saraf intervensi secara berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat Maluku Utara dapat memperoleh penanganan aneurisma dan gangguan pembuluh darah otak di daerah sendiri tanpa harus selalu dirujuk ke luar provinsi.

Selain itu, ia berharap pengembangan layanan tersebut dapat memenuhi persyaratan pembiayaan BPJS Kesehatan sehingga nantinya bisa diakses masyarakat melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroons, Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., serta jajaran manajemen dan tenaga medis rumah sakit.

Pengembangan layanan saraf intervensi ini menjadi bagian dari upaya RSUD dr. H. Chasan Boesoirie bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Kementerian Kesehatan dalam memperkuat kemampuan rumah sakit daerah menangani gangguan pembuluh darah otak yang membutuhkan tindakan medis khusus.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright halmaheranesia
MENU