Halmaheranesia – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, resmi mengajukan cuti untuk mengikuti kampanye Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Ternate 2024.
Pengajuan permohonan cuti ini diserahkan kepada Pj Gubernur Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, melalui SK nomor 100.1.4.2./69/2024 yang diterbitkan pada 3 September 2024.
Dalam pengajuannya, Tauhid memohon izin untuk cuti selama masa kampanye yang dijadwalkan berlangsung dari 25 September hingga 23 November 2024, sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2024.
Cuti ini juga mengikuti ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2018.
Sebelum memulai cuti, Tauhid menggelar rapat evaluasi dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kantor wali kota pada Senin, 9 Agustus 2024.
Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, dan membahas pencapaian program-program OPD menjelang akhir triwulan III.
Rizal menyampaikan, capaian program telah mencapai 80 persen, dengan sisa 20 persen yang perlu segera diselesaikan.
“Rapat evaluasi ini membahas program kegiatan OPD yang dicek wali kota, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Koperasi dan Dinas PUPR. Sebab, bulan September ini sudah masuk triwulan III,” ujar Rizal.
“Itu artinya, pencapaian realisasi sejumlah program kegiatan pada OPD paling tidak sudah berada di posisi 80 persen, sehingga sisa 3 bulan terakhir ini tinggal beberapa OPD saja yang dalam proses lelang,” sambungnya.
Ia menekankan, pentingnya penyelesaian proyek-proyek seperti pembangunan Jembatan M Djabir Sjah, Dermaga Hiri, Fala Soa, dan pembangunan tempat Pangaji.
Rizal juga menegaskan agar selama masa cuti, OPD tetap berkoordinasi dengan Pjs wali kota untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar.
“Karena itu, amanah (wali kota) yang disampaikan untuk OPD harus selesaikan pekerjaan yang ada, supaya program kegiatan itu tuntas tahun ini,” katanya.
Dengan pengajuan cuti ini, Tauhid berharap proses kampanye Pilwako dapat berjalan sesuai rencana sambil memastikan program-program pemerintahan tetap berlanjut hingga akhir tahun.





