Halmaheranesia – Puluhan karyawan dari salah satu perusahaan subkontraktor tambang di Halmahera Tengah dilaporkan mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan katering yang disajikan oleh perusahaan.

Informasi yang didapatkan halmaheranesia, terdapat sekitar 56 orang yang dirawat di Puskesmas Sagea. Mereka diduga mengalami keracunan usai mengonsumi makanan yang disediakan oleh sebuah vendor PT Danis Indo Service yang bekerja sama oleh pihak perusahaan pada Minggu, 3 Mei 2026.

Kepala Puskesmas Sagea, Agusthina Pare saat dikonfirmasi membenarkan kejadian keracunan tersebut diderita oleh puluhan karyawan perusahaan.

“Iya betul, ada sekitar 56 orang yang mengalami keracunan,” singkatnya.

Pihak Advicer Humas Perusahaan, Marten menyebutkan bahwa dugaan keracunan itu berasal dari makanan yang disediakan oleh pihak jasa boga yang bermitra dengan pihak perusahaan.

Ia mengaku, kejadian itu terjadi di area kilometer 9 pada Sabtu Malam, 2 Mei 2026. Dugaan keracunan ini juga sudah terjadi kali kedua setelah di tahun sebelumnya pada 2025 lalu telah menyebabkan para karyawan menjadi korban dan harus dilarikan ke Puskesmas Sagea.

“Jadi ini dugaan keracunan sudah terdapat dua kali kejadian,” ungkapnya.

Selain itu, berdasarkan informasi pihak kepolisian Polres Halteng, mencatat ada sekitar 55 orang yang diduga mengalami keracunan. Saat ini 49 orang sudah dipulangkan, namun 6 orang masih rawat inap di Puskesmas Sagea.

Kasi Humas Polres Halmahera Tengah, ketika dikonfirmasi mengaku, dugaan keracunan tersebut sudah dalam penanganan penyelidikan. Namun pihaknya belum mengetahui pasti apa yang menyebabkan makanan tersebut menjadi beracun.

“Setelah mendapat informasi dari Dinas Kesehatan, tadi malam kami sudah melakukan pemeriksaan ke sejumlah karyawan yang mengalami keracunan, termasuk pihak katering yang membuat makanan tersebut,” jelasnya.

“Untuk lebih jelas nanti kita coba cari tahu lewat pihak Laboratorium Forensik (Labfor) untuk menguji dugaan keracunan itu,” tandasnya.

Bagikan:

Musmaulana

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *