Halmaheranesia — Warga Kabupaten Pulau Morotai kembali menyoroti kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terkait macetnya distribusi air ke rumah-rumah warga.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga. Mereka bahkan menilai pihak manajemen PDAM belum mampu mengelola pelayanan air secara optimal.
Kekesalan warga bukan tanpa alasan. Pasalnya, pungutan iuran air kepada pelanggan tetap diberlakukan setiap bulan, sementara pelayanan distribusi air dinilai tidak berjalan maksimal.
Akibat pasokan air yang sering terhenti, sebagian warga terpaksa membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi.
“Sudah satu bulan ini torang bolak-balik beli air galon, padahal setiap bulan torang bayar air terus,” ujar Jalil, salah seorang warga Desa Gotalamo, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurut Jalil, apabila terjadi kerusakan pada jaringan perpipaan atau gangguan distribusi, pihak PDAM seharusnya menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat.
“Harusnya ada pemberitahuan supaya kita tahu bersama. Bayangkan kalau air dalam seminggu tidak mengalir, padahal air ini kebutuhan utama. Akhirnya torang mandi, cuci piring, dan lain-lain pakai air galon,” akunya.
Sementara itu, Plt Direktur Utama PDAM Pulau Morotai, Fahri Abd Aziz, saat dikonfirmasi mengaku gangguan distribusi air terjadi karena sumber air baku mengalami kekeringan.
“Air bakunya kering,” singkatnya.





