Halmaheranesia – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara menyalurkan bantuan mesin kapal kepada sejumlah nelayan Kabupaten Pulau Taliabu. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor UPTD Balai Pengembangan Produk Olahan Kelautan dan Perikanan (BP2OKP) Provinsi Maluku Utara di Kota Ternate, Kamis, 13 Agustus 2026.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program prioritas daerah untuk mendorong kehidupan nelayan yang lebih maju dan sejahtera.
Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala DKP Provinsi Maluku Utara, Kadri Laetif, didampingi Sekretaris DKP Maluku Utara dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap.
Kadri mengatakan, penyaluran bantuan tersebut telah memasuki tahap kelima. Dari seluruh tahapan, sebanyak 56 unit mesin dengan kapasitas 15 PK dan 20 PK disalurkan kepada nelayan di sejumlah kabupaten/kota.
“Jadi, ini merupakan program prioritas Gubernur Sherly Tjoanda bersama Wakil Gubernur, khusus untuk membangun kehidupan nelayan yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Kadri.
Menurut Kadri, bantuan mesin tersebut diberikan melalui skema bantuan Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang dipadukan dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Ia menyebutkan, bantuan telah disalurkan kepada nelayan di sejumlah wilayah, termasuk Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Barat, dan pada tahap terakhir diberikan kepada nelayan di Kabupaten Pulau Taliabu.
Dari total 56 unit mesin yang disalurkan pada tahap ini, kata dia, sebanyak 23 unit diperuntukkan bagi nelayan Kabupaten Pulau Taliabu. Para penerima bantuan dari Taliabu datang untuk mengambil mesin tersebut dan selanjutnya membawanya kembali ke daerah asal menggunakan kapal Tol Laut.
Kadri mengapresiasi antusiasme para nelayan yang datang mengambil bantuan tersebut. Menurutnya, semangat para penerima bantuan menunjukkan keseriusan nelayan dalam mengembangkan aktivitas perikanan mereka.
“Kami yakin dan percaya bahwa ini adalah wajah-wajah nelayan yang sebenarnya, nelayan yang dibina oleh penyuluh Kabupaten Kepulauan Taliabu,” katanya.
Kadri menjelaskan, mesin yang diberikan terdiri atas dua merek, yakni Yamaha dan Suzuki. Jenis mesin tersebut disesuaikan dengan permintaan nelayan saat mengajukan KUR. Kapasitas mesin juga dipilih berdasarkan kebutuhan serta pengalaman masing-masing nelayan dalam melaut.
Ia mengatakan, bantuan mesin tersebut diharapkan menjadi daya pacu dan daya dorong bagi nelayan untuk meningkatkan aktivitas penangkapan ikan di wilayah kabupaten kepulauan masing-masing.
Dengan dukungan armada tangkap tersebut, nelayan diharapkan dapat menangkap berbagai jenis ikan sesuai kondisi musim, di antaranya tuna dan pelagis besar, cakalang, serta pada musim tertentu dapat dimanfaatkan untuk menangkap ikan dasar dan pelagis kecil.
“Kita berkeinginan agar sepanjang tahun rotasi perikanan dari berbagai jenis itu mereka bisa masuk ke area itu untuk melakukan proses penangkapan. Karena hanya dengan itu maka ruang-ruang penangkapan ini bisa mereka fungsikan maksimal,” kata Kadri.
Kadri juga berharap para nelayan penerima bantuan tetap konsisten menjalankan fungsi mereka sebagai nelayan sehingga hasil tangkapan meningkat dan dapat memenuhi kebutuhan pasar.
“Harapan kami agar mereka konsisten terus melaksanakan tugas fungsi mereka sebagai nelayan sejati sehingga hasil tangkapan mereka berlimpah dan masuk ke pasar sehingga pasar itu tidak lagi sepi dari ikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan hasil tangkapan dapat menjaga ketersediaan ikan di pasar. Jika harga jualnya terjangkau, peningkatan pendapatan dari hasil tangkapan diharapkan mampu memperkuat kehidupan ekonomi keluarga nelayan.
“Hanya dengan itu, maka insyaallah nelayan di seluruh Provinsi Maluku Utara ini bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka,” pungkasnya.





