Halmaheranesia — Pemerintah Provinsi melalui Produk lokal asal Maluku Utara, Cokelat Sulamina, mendapat kesempatan memperkenalkan produknya di Jakarta melalui Tjipta UMKM Fair yang digelar Sinar Mas melalui Tjipta Foundation pada 3–4 September 2026.

Keikutsertaan Cokelat Sulamina dalam ajang tersebut difasilitasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sebagai bagian dari upaya memperluas promosi dan akses pasar bagi Wira Usaha Baru (WUB) dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) daerah.

Owner Cokelat Sulamina, Michael Schultz, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, atas dukungan dan fasilitasi promosi yang diberikan melalui Disperindag.

“Terima kasih banyak kepada Ibu Gubernur Sherly Tjoanda yang telah mempromosikan Cokelat Sulamina dalam Pameran Tjipta Foundation di Jakarta melalui Dinas Perindag Provinsi Maluku Utara,” ujar Michael.

Dapat Panggung di Pasar Nasional

Cokelat Sulamina menjadi salah satu produk WUB dan IKM Maluku Utara yang berpartisipasi dalam Tjipta UMKM Fair. Ajang tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring, sekaligus melihat peluang pasar di tingkat nasional.

Tjipta UMKM Fair diikuti 108 pelaku UMKM dari tujuh pilar usaha Sinar Mas. Bagi pelaku usaha daerah, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk membawa produk keluar dari pasar asal dan bertemu dengan jaringan usaha yang lebih luas.

Pada hari kedua pelaksanaan, Jumat, 4 September 2026, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, didampingi Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku Utara, K.R.N.S. Lestari, mengunjungi stan WUB dan IKM Maluku Utara.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelaku usaha yang mendapat kesempatan memperkenalkan produk khas Maluku Utara di tingkat nasional.

“Ruang seperti ini penting bagi pelaku usaha kita. Mereka mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun jejaring dan melihat peluang pasar yang lebih luas,” ujar Sherly.

Menurut Sherly, pertumbuhan WUB dan IKM membutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan pelaku usaha.

Karena itu, akses promosi dan pasar menjadi bagian penting dalam mendorong produk lokal agar mampu berkembang dan memiliki daya saing.

“Kita ingin wirausaha baru yang tumbuh di Maluku Utara dapat berkembang menjadi usaha yang kuat dan berdaya saing. Karena itu, akses promosi, jejaring, dan pasar harus terus kita buka,” katanya.

Disperindag Dorong Perluasan Akses Pasar

Keikutsertaan Cokelat Sulamina dalam Tjipta UMKM Fair merupakan bagian dari fasilitasi Disperindag Provinsi Maluku Utara terhadap WUB dan IKM daerah.

Kehadiran pelaku usaha dalam pameran tidak hanya bertujuan untuk memajang produk. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pengalaman, memahami kebutuhan pasar, membangun jaringan, serta mengukur kesiapan produk untuk memasuki pasar yang lebih luas.

Kepala Disperindag Provinsi Maluku Utara, M. Ronny Saleh, mengatakan fasilitasi promosi merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses pasar dan jaringan usaha bagi pelaku WUB dan IKM.

“Yang kita dorong bukan hanya produknya tampil, tetapi pelaku usahanya juga mendapatkan pengalaman dan akses. Mereka bisa melihat kebutuhan pasar, membangun jejaring, dan belajar bagaimana membawa produk lokal menjadi lebih kompetitif,” ujar Ronny.

Bagi Michael, kesempatan tampil di Jakarta menjadi langkah awal untuk membawa Cokelat Sulamina semakin dekat dengan konsumen di berbagai daerah.

“Harapan kami ke depan bisa ada kesempatan memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia Cokelat Sulamina sebagai produk unggulan Maluku Utara,” katanya.

Menurut dia, kesempatan tersebut menunjukkan bahwa promosi produk lokal tidak hanya berkaitan dengan memperkenalkan sebuah merek, tetapi juga membuka jalan bagi potensi daerah untuk dikenal lebih luas.

Dari Maluku Utara ke Jakarta, kata dia, Cokelat Sulamina membawa lebih dari sekadar produk. Melalui Tjipta UMKM Fair dan fasilitasi Pemprov Maluku Utara melalui Disperindag, produk lokal tersebut mendapat kesempatan membangun jejaring, membaca peluang pasar, dan perlahan mengetuk pintu pasar nasional.

“Bagi Maluku Utara, setiap produk yang melangkah keluar daerah turut membawa cerita tentang potensi, kreativitas, dan semangat pelaku usaha Kie Raha untuk naik kelas dan dikenal lebih jauh,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *