21
Oktober
2026
Rabu - : WIB

Dinas Pendidikan Ternate Ungkap Mutu Literasi Tingkat SD dan SMP

Andri R. Mansur
Oktober 19, 2026 pada Kabar Daerah
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdik Kota Ternate, Nurlela H. Syarbin. Foto (Andri R Mansur/halmaheranesia)

Halmaheranesia – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate mencatat nilai literasi dalam Rapor Pendidikan di sejumlah Sekolah Dasar (SD) pada tahun 2025 mengalami penurunan.

Nilai literasi di Rapor Pendidikan merupakan ukuran kemampuan siswa dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks, baik teks informasi, maupun teks sastra untuk menyelesaikan masalah.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdik Ternate, Nurlela H. Syarbin, mengatakan angka literasi di Kota Ternate memang mengalami penurunan untuk jenjang pendidikan SD.

Angka penurunan tersebut tercatat pada tahun 2025, sementara untuk data tahun 2026 akan dirilis pada Februari 2027 mendatang. Secara keseluruhan, indeks Rapor Pendidikan berada di kisaran 58,88 persen.

Nurlela mengaku, tingkat literasi yang tercantum di Rapor Pendidikan untuk tingkat SD berada dalam kategori sedang sedang atau kuning. Menurutnya, capaian sebelumnya tercatat sebesar 51,68 persen, turun menjadi 42,5 persen.

“Jadi setiap sekolah itu punya rapor pendidikan. Disdik Kota Ternate juga punya rapor pendidikan itu dari PAUD, SD, SMP sampai SMA dan SMK masuk di lingkungan Kota Ternate. Untuk SD turun sebesar 9,8 persen,” ujar Nurlela, Senin, 19 Oktober 2026.

Sementara itu, kata dia, untuk tingkat literasi SMP disebut juga berada pada kategori sedang atau kuning. Meski begitu, angkanya justru mengalami kenaikan dari 64,37 persen menjadi 64,58 persen.

“Jadi presentase kenaikannya hanya 0,9 persen. Sementara, untuk sampai pada kategori hijau, angka literasi harus mencapai 80 hingga 90 persen,” jelasnya.

Nurlela menjelaskan, berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), penilaian literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan siswa memahami teks, berpikir kritis, serta menerapkan informasi yang diperoleh untuk menjawab persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Sehingga itu, pihaknya berupaya untuk menghidupkan kembali ekosistem literasi di lingkungan sekolah. Salah satu program yang dijalankan adalah “Rabu Membaca”.

“Rabu Membaca ini adalah gerakan literasi. Sebelum proses pembelajaran dimulai, ada proses 15 menit gerakan literasi. Gerakan ini tidak hanya di perpustakaan, tapi juga di lingkungan pembelajaran. Ini akan dibiasakan maupun daterapkan di semua sekolah dan akan diresmikan pada Rabu, 21 Oktober 2026,” pungkasnya.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright halmaheranesia
MENU