Ternate, HN – Video seorang siswa SD di Kota Ternate, Maluku Utara, yang menendang teman sekelasnya viral di media sosial pada Kamis, 17 November 2022.
Video berdurasi 1 menit 41 detik itu diketahui terjadi pada Selasa, 15 November 2022 lalu. Di mana, motif kejadian itu diduga korban (N) tidak memberikan jawaban soal kelas kepada si pelaku sehingga terjadi aksi tersebut.
“Ngana (kamu) pilih, kalau kamu pilih tong (kita) tidak akan borong kamu. Bilang cepat, pilih sudah. Kamu belagu sekali e, tidak mau kasih jabawan.” Demikian suara yang terekam dalam video viral tersebut.
Dari video tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Ternate, Muslim Gani, bersama Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Kota Ternate, Nurlela H. Sarbin, langsung menemui pihak sekolah.
Kadisdik Kota Ternate, Muslim Gani, usai pertemuan mengatakan, dirinya tidak dapat memberikan komentar, ia justru memberikan sepenuhnya kepada Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Kota Ternate untuk memberikan komentar.
“Ibu Kabid saja yang memberikan komentar,” ucap Muslim, singkat.
Sementara itu, Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Kota Ternate, Nurlela H. Sarbin, menyebutkan pihaknya sudah turun langsung ke sekolah untuk bertemu dengan kepala sekolah dan dewan guru.
“Jadi, Kadis Pendidikan juga langsung menindak tegas kejadian tersebut, bahkan pihak kepala sekolah dan dewan guru juga telah mengakui hal tersebut terjadi,” ucap Nurlela.
Ia mengaku, kejadian tersebut terjadi saat sedang jam istirahat, sekitar pukul 10:30 WIT, dan para guru juga berada di ruang guru, sebab kejadiannya di ruang kelas lantai dua.
“Itu pas jam istrahat, jadi guru tidak tahu, karena ruangan guru kan ada di lantai satu, sementara kejadiannya terjadi di lantai dua dan mereka tidak tahu,” jelasnya.
Ia menambahkan, kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi di sekolah tersebut, tapi sudah seringkali dilakukan siswa, bahkan sudah ada teguran dan pembinaan dari guru.
“Bukan pertama kali terjadi, bahkan kami dari dinas juga sudah buat teguran agar guru lebih tegas ke siswa dan ke orang tua siswa agar jangan lagi terjadi hal seperti itu di sekolah,” ujarnya.
Dari kejadian tersebut, lanjut Nurlela, pihaknya telah memberikan teguran keras kepada guru, di mana agar tidak ada lagi kejadian serupa ke depannya.
Sementara untuk pelaku sendiri tidak dipindahkan, sebab pelaku masih di bawah umur.
“Itu bukan memecahkan masalah, kami lebih tegas ke guru-guru dan kepsek. Karena apa? Kejadian sekolah berarti tanggung jawab sekolah,” ungkapnya.
Nurlela menyampaikan, dalam pertemuan itu tidak ada pelarangan membawa handphone ke sekolah, hanya saja pihaknya meminta kepada guru dan kepsek harus ada kontrol ke para siswa.
“Ini harapannya tidak terjadi lagi, saya sudah tekankan bahwa, tiga hal yang harus dihindarkan dari dunia pendidikan yaitu bullying, kekerasan, dan intoleransi,” jelas Nurlela.
Ia mengaku, tidak ada sanksi yang diberikan, sebab ini masih di bawah umur. Namun, perlindungan anak juga ada, makanya dikembalikan ke pihak sekolah dan orang tua kedua pihak.
“Tapi kita dari Dinas akan panggil ulang kepala sekolah untuk diimintai ketegasan secara khusus terkait bagaimana cara melindungi siswa dan memberikan teguran kepada pihak sekolah,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, dalam video itu, pelaku beberapa kali menendang dan memukul kepala korban, yang hanya disaksikan oleh beberapa teman sekelasnya.





