Halmaheranesia – Anggota DPRD Kota Ternate, Ade Rahmat Lamadihami, menyoroti penyaluran bantuan sosial (bansos) yang masih belum tepat sasaran.
Ade Rahmat mengaku menerima banyak keluhan masyarakat dari sejumlah kelurahan, salah satunya Kelurahan Salero, Kecamatan Ternate Utara.
“Sebagian warga diarahkan mengurus ke kelurahan, namun ada pula yang sama sekali tidak mendapatkan bansos,” kata Ade Rahmat, Sabtu, 13 Desember 2025.
Ade Rahmat turut merasa prihatin dengan persoalan bansos ini. Ia menganggap peran Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate melalui instansi terkait justru sangat lemah.
Ia mendorong agar pemerintah kota dan instansi terkait memberikan perhatian serius dalam mengontrol serta menangani penerima bansos agar benar-benar tepat sasaran.
Upaya tersebut, kata dia, harus dimulai dari perbaikan data berkelanjutan melalui sinkronisasi Dinas Dukcapil, Dinas Sosial Kota Ternate, dan kementerian sosial, serta penguatan pengawasan lapangan oleh pendamping sosial hingga pemerintah di tingkat kelurahan.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan Aplikasi Cek Bansos agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif melalui fitur Usul dan Sanggah untuk melaporkan ketidaktepatan penyaluran.
“Selain itu, pengawasan oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan koordinasi lintas sektor harus perlu diperkuat,” ucapnya.
Menurutnya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola bansos dan standarisasi kualitas komoditas bantuan harus menjadi perhatian agar bantuan benar-benar bermanfaat.
Ia menilai lemahnya sosialisasi turut memperparah kebingungan masyarakat terkait informasi bansos. Media massa dan akun resmi dinas sosial seharusnya dimanfaatkan secara maksimal agar masyarakat tidak terjebak informasi yang simpang siur.
“Saya berharap penyaluran bansos ke depan dapat lebih adil, tepat guna, dan benar-benar menyentuh masyarakat miskin serta miskin ekstrem,” pungkasnya.





