Halmaheranesia – Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas terus diperkuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Chasan Boesoirie Provinsi Maluku Utara.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni menjalin sinergi dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Ternate sebagai media publik terpercaya dalam penyebaran informasi dan edukasi kesehatan.
Komitmen tersebut ditandai melalui kunjungan kerja jajaran manajemen RSUD dr. H. Chasan Boesoirie ke Kantor LPP RRI Ternate pada Senin, 15 Juni 2026.
Rombongan dipimpin langsung Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., didampingi Wakil Direktur Bidang Pendidikan dan Pengembangan, drg. Iwan Wirasatyawan, serta Kepala Seksi Humas, Susi Tjeng.
Kehadiran jajaran rumah sakit disambut Kepala LPP RRI Ternate, Agus Rusmin Nuryadin, bersama jajaran manajemen RRI, di antaranya Ketua Tim LPU Rahmatia, Ketua Tim Penyiaran Tuti Alhadar, Ketua Tim Pemberitaan M. Syakir Saleh, dan Ketua Tim KMB Muhammad Said Tamin.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan strategis yang bertujuan memperluas jangkauan informasi kesehatan, meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, serta menghadirkan ruang edukasi publik yang lebih interaktif dan berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini, masyarakat Maluku Utara nantinya akan memperoleh akses yang lebih luas terhadap berbagai informasi kesehatan yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami.
Kolaborasi tersebut mencakup penyebarluasan informasi layanan rumah sakit, program promosi kesehatan, penyuluhan kesehatan, dialog interaktif bersama tenaga medis, hingga peliputan berbagai kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan RSUD dr. H. Chasan Boesoirie.
Selain itu, RRI Ternate akan menjadi mitra strategis dalam menghadirkan program-program siaran kesehatan yang informatif dan solutif. Sementara itu, RSUD akan menyediakan narasumber profesional serta berbagai konten edukatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari transformasi pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga penguatan edukasi dan pencegahan penyakit melalui komunikasi publik yang efektif.
“Rumah sakit modern tidak hanya memberikan pelayanan ketika masyarakat sakit, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membangun kesadaran dan pengetahuan kesehatan masyarakat,” ujar dr. Rosita.
Karena itu, lanjut dia, kolaborasi dengan RRI menjadi langkah penting untuk menjangkau masyarakat lebih luas melalui informasi kesehatan yang kredibel dan bermanfaat.
Sementara itu, Kepala LPP RRI Ternate, Agus Rusmin Nuryadin, menyatakan kesiapan penuh RRI untuk mendukung upaya peningkatan literasi kesehatan masyarakat melalui berbagai platform siaran yang dimiliki.
“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan RSUD dr. H. Chasan Boesoirie. Ini sejalan dengan misi RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang hadir untuk memberikan edukasi dan informasi yang berkualitas kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Agus, isu kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi bagian penting dalam mendukung program prioritas pembangunan nasional.
Sebagai tindak lanjut, kedua institusi saat ini tengah menyusun Nota Kesepahaman (MoU) yang akan menjadi landasan resmi kerja sama.
Salah satu program unggulan yang akan segera direalisasikan ialah penyelenggaraan dialog interaktif kesehatan yang menghadirkan dokter dan tenaga kesehatan sebagai narasumber untuk menjawab berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.
Kolaborasi antara RSUD dr. H. Chasan Boesoirie dan RRI Ternate diharapkan menjadi model sinergi antara sektor kesehatan dan media publik dalam menghadirkan informasi yang terpercaya, meningkatkan kesadaran hidup sehat, serta mendukung terwujudnya masyarakat Maluku Utara yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya.





