Halmaheranesia – Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) menyebutkan nilai ekspor Provinsi Maluku Utara pada periode Januari–Juni 2026 naik 21,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dari US$6.848,74 juta menjadi US$8.341,91 juta.

Sementara itu, pada Juni 2026, nilai ekspor Provinsi Maluku Utara mencapai US$1.464,15 juta atau naik 48,47 persen dibandingkan ekspor Juni 2025.

Kepala BPS Maluku Utara, Simon Sapary, mengatakan dari perkembangan ekspor tersebut, komoditas Nikel (HS 75) mengalami peningkatan nilai ekspor terbesar sepanjang Januari–Juni 2026, yakni sebesar US$1.102,14 juta atau naik 54,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Jika dibandingkan nilai ekspor Semester I 2025, peningkatan ekspor ini mengalami tambahan nilai yang cukup signifikan,” ujar Simon dalam rilis yang diterima pada Senin, 3 Agustus 2026.

Selain komoditas nikel, Simon menyebut komoditas Bahan Kimia Anorganik (HS 28) juga mencatat kenaikan terbesar secara persentase, yakni sebesar 54,77 persen.

“Berdasarkan perkembangan ekspor Maluku Utara selama Januari–Juni 2026, banyak komoditas yang mengalami peningkatan nilai ekspor dibandingkan Januari–Juni 2025,” katanya.

Menurut Simon, peningkatan nilai ekspor tertinggi berasal dari komoditas Nikel (HS 75) yang bertambah sebesar US$1.102,14 juta atau naik 54,29 persen. Selanjutnya, Aluminium (HS 76) meningkat sebesar US$394,57 juta.

Kemudian, Bahan Kimia Anorganik (HS 28) meningkat sebesar US$149,40 juta atau naik 54,77 persen, Berbagai Produk Kimia (HS 38) naik sebesar US$1,24 juta, serta Lokomotif dan Peralatan Kereta Api (HS 86) meningkat sebesar US$328,76 ribu.

“Adapun Kapal Terbang dan Bagiannya (HS 88) meningkat sebesar US$36,51 ribu, Daging dan Ikan Olahan (HS 16) meningkat sebesar US$1.320, serta Ikan dan Udang (HS 03) meningkat sebesar US$270,” jelas Simon.

Sementara itu, lanjut Simon, komoditas Besi dan Baja (HS 72) mengalami penurunan sebesar US$133,98 juta atau turun 3,00 persen. Selain itu, Logam Dasar Lainnya (HS 81) juga menurun sebesar US$16,56 juta atau turun 23,90 persen.

Simon mengatakan selama periode Januari–Juni 2026, ekspor Besi dan Baja (HS 72), Nikel (HS 75), dan Bahan Kimia Anorganik (HS 28) memberikan kontribusi sebesar 94,62 persen terhadap total ekspor Maluku Utara.

“Dari sisi pertumbuhan, ekspor tiga golongan barang tersebut naik 16,49 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” pungkasnya.

Bagikan:

Andri R. Mansur

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *