Halmaheranesia – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul erupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Senin, 7 September 2026 pagi.
Sherly meminta masyarakat tidak panik dan mengikuti seluruh informasi serta rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan pemerintah dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Masyarakat tidak perlu panik, tetapi harus tetap waspada. Ikuti informasi resmi dari pemerintah dan PVMBG, terutama terkait radius yang harus dihindari dan perkembangan aktivitas Gunung Ibu. Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang sumbernya tidak jelas,” katanya.
Berdasarkan informasi Magma-VEN (Volcanic Eruption Notice) Kementerian ESDM melalui Badan Geologi dan PVMBG, erupsi terjadi pada pukul 07.33 WIT.
Kolom abu teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke utara.
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28,0 milimeter dan durasi 44 detik. Saat ini, Gunung Ibu masih berstatus Level II (Waspada).
Warga Diminta Patuhi Radius Bahaya
Sesuai rekomendasi PVMBG, masyarakat di sekitar Gunung Ibu, termasuk pengunjung dan wisatawan, diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.
Gubernur Sherly menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Karena itu, warga diminta tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berisiko.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Tidak perlu panik, tetapi jangan pula mengabaikan rekomendasi yang telah dikeluarkan. Pemerintah akan terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Ibu bersama instansi teknis,” katanya.
Masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya hujan abu. Jika hujan abu terjadi, warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker atau pelindung hidung dan mulut serta pelindung mata.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat dan instansi teknis untuk memastikan perkembangan Gunung Ibu dapat dipantau secara berkala.
“Pemerintah Halmahera Barat juga diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung dan Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici untuk mendapatkan informasi terkini mengenai aktivitas vulkanik,” ujarnya.
Sherly turut mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Dalam situasi seperti ini, informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan. Mari kita pastikan setiap informasi yang diterima berasal dari sumber resmi dan ikuti arahan pemerintah daerah,” ujarnya.
Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Ibu melalui kanal resmi “Magma Indonesia” (https://magma.esdm.go.id/v1/gunung-api/informasi-letusan?utm_source=chatgpt.com) dan “PVMBG” (https://linktr.ee/PVMBG?utm_source=chatgpt.com).





