
Halmaheranesia – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyerap aspirasi siswa SMA Negeri 1 Tidore Kepulauan saat menghadiri peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98, Rabu, 28 Oktober 2026.
Kehadiran Sherly didampingi Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, Sekretaris Kota Tidore Kepulauan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), guru, serta para siswa.
Ia mengingatkan kembali semangat Sumpah Pemuda yang menyatukan pemuda dari berbagai suku dan keyakinan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Ia juga mendorong para siswa memanfaatkan fasilitas dan akses pendidikan yang tersedia untuk mengembangkan potensi diri serta menghindari kegiatan yang tidak produktif.
“Apa yang sudah bagus, apa yang belum bagus, apa yang kalian inginkan? Silakan sampaikan,” kata Sherly kepada para siswa.
Menanggapi persoalan gedung, Sherly meminta pihak sekolah segera mengurus Berita Acara Serah Terima (BAST) melalui koordinasi dengan kementerian terkait agar bangunan tersebut dapat segera digunakan.
Ia juga menekankan agar dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang disebut mencapai sekitar Rp2 miliar per tahun dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pembelajaran, seperti proyektor, kipas angin, dan lampu di setiap kelas.
Terkait kegiatan siswa, Sherly mengapresiasi upaya mereka menggalang dana hingga Rp37 juta untuk pelaksanaan kegiatan. Ia meminta pihak sekolah mengalokasikan anggaran tahunan bagi kegiatan kreatif dan kompetisi, termasuk bidang akademik, debat, dan olahraga, guna mendukung pengembangan potensi siswa.
Mengenai beasiswa, Sherly menjelaskan Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyediakan kuota beasiswa bagi 1.000 mahasiswa setiap tahun yang disalurkan melalui 27 perguruan tinggi berakreditasi B di Maluku Utara. Ia menyebut terdapat ketentuan terkait peringkat perguruan tinggi dan pendaftaran yang dilakukan melalui pihak sekolah.
Selain itu, tersedia jalur afirmasi melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan.
Sherly merencanakan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Sementara itu, untuk beasiswa ke luar negeri, Sherly menjelaskan pemerintah provinsi belum mengalokasikan anggaran khusus. Ia mendorong siswa aktif mencari informasi melalui kanal resmi penyedia beasiswa, seperti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yayasan pendidikan, dan kedutaan besar negara sahabat.
Ia juga meminta pihak sekolah menyediakan dan menyosialisasikan tautan pengaduan terkait kerusakan fasilitas agar persoalan seperti kondisi lapangan, pagar, dan ruang kelas dapat diinventarisasi serta ditindaklanjuti. Ia turut menekankan pentingnya pengawasan terhadap perundungan atau bullying di lingkungan sekolah untuk menjaga kesehatan mental siswa.
Sementara itu, Ketua OSIS SMAN 1 Tidore Kepulauan sekaligus Ketua Panitia HSP, Qadri Syahri Rahman, menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi siswa. Salah satunya, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada siang hari selama tiga bulan terakhir akibat renovasi ruang kelas lantai dua yang belum difungsikan meski pengerjaan bangunan telah rampung.
Qadri juga menyoroti kondisi proyektor atau infokus yang sudah usang. Selain persoalan fasilitas, para siswa mengusulkan dukungan sekolah untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan serta kompetisi. Mereka turut mempertanyakan peluang beasiswa dari pemerintah provinsi bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.