Halmaheranesia – Pemerintah Kota Ternate melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) menunjukkan kinerja pengelolaan pendapatan daerah yang solid hingga triwulan IV tahun 2025.

Menjelang akhir tahun anggaran, realisasi pajak daerah berhasil melampaui target yang telah ditetapkan, sekaligus memperkuat posisi pajak sebagai sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ternate.

Data BP2RD hingga Selasa, 22 Desember 2025 untuk realisasi pajak daerah mencapai Rp 100.182.064.827 atau 100,42 persen dari target sebesar Rp 99.768.000.000.

Kepala BP2RD Kota Ternate, Mochtar Hasim, mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari konsistensi pengelolaan pajak serta meningkatnya kepatuhan wajib pajak.

Ia menilai sektor pajak daerah semakin menunjukkan peran strategis dalam menopang pembiayaan pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, realisasi pajak daerah sudah melampaui 100 persen. Dengan sisa waktu sekitar dua minggu, kami optimistis penerimaan masih akan bertambah hingga tutup tahun anggaran 2025,” ujar Mochtar, Selasa, 23 Desember 2025.

Ia merincikan, untuk Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dari target Rp 8 miliar telah terealisasi Rp 8.550.119.057. Sementara Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bahkan melampaui target signifikan, dari Rp 6,75 miliar menjadi Rp 9.831.786.818.

Selain itu, penerimaan juga ditopang oleh Pajak Barang dan Jasa Tertentu, seperti pajak makanan dan minuman, tenaga listrik, jasa perhotelan, parkir, serta hiburan. Pajak reklame, pajak air tanah, hingga opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Menurut dia, sebagai daerah perkotaan yang tidak memiliki sumber daya alam pertambangan, Kota Ternate mengandalkan sektor perdagangan dan jasa untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah.

“Pajak daerah memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung pembangunan Kota Ternate, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat,” jelas Mochtar.

Ia menambahkan, peningkatan penerimaan pajak pada triwulan akhir juga didorong oleh upaya penagihan tunggakan pajak serta meningkatnya kesadaran wajib pajak.

Ia mengapresiasi partisipasi masyarakat dan pelaku usaha yang telah memenuhi kewajiban perpajakannya tepat waktu.

Ia menjelaskan, untuk menjaga tren positif tersebut, BP2RD Kota Ternate terus melakukan berbagai terobosan. Salah satunya dengan menghadirkan layanan Pojok Pajak di kawasan Car Free Day Taman Nukila setiap akhir pekan, guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menambahkan, BP2RD juga bekerja sama dengan BPRS Bahari Berkesan dalam penerapan sistem pembayaran dan monitoring pajak secara real time. Sistem akan meningkatkan transparansi, akurasi data, serta kemudahan transaksi bagi wajib pajak.

“Dengan kontribusi pajak daerah yang mencapai sekitar 85 persen dari total PAD, pemerintah optimistis kinerja fiskal daerah akan semakin kuat,” pungkasnya.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *