Halmaheranesia – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara menggelar Malam Apresiasi Akhir Tahun Pendidikan 2025 di Aula SMK Negeri 2 Kota Ternate, Minggu malam, 28 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi atas capaian sektor pendidikan dan kebudayaan sepanjang 2025 sekaligus pemaparan agenda strategis tahun 2026.

Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara, pimpinan OPD, mitra strategis pendidikan, kepala sekolah, guru, serta perwakilan orang tua dan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menyampaikan bahwa sektor pendidikan mengalami percepatan signifikan, baik dari sisi akses, infrastruktur, transformasi digital, hingga penguatan mutu guru dan peserta didik.

“Momentum akhir tahun ini kami manfaatkan untuk melaporkan capaian sekaligus memastikan arah kebijakan pendidikan Maluku Utara tetap sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur,’ ujar Abubakar dalam sambutannya.

Abubakar juga menyinggung revitalisasi Aula SMK Negeri 2 Ternate yang sebelumnya tidak layak digunakan selama bertahun-tahun. Menurutnya, sejak kunjungan Gubernur dan Wakil Gubernur pada 22 Mei 2025 dalam rangka peluncuran BOSDA, aula tersebut dapat difungsikan kembali dalam waktu kurang dari enam bulan.

“Ini menunjukkan bahwa komitmen dan kehadiran pemerintah benar-benar berdampak langsung,” katanya.

Sepanjang 2025, program pendidikan gratis menjadi tulang punggung kebijakan penuntasan akses pendidikan. Program ini telah menjangkau 68.512 peserta didik, terdiri atas 44.381 siswa sekolah negeri dan 24.131 siswa sekolah swasta, termasuk Madrasah Aliyah (MA) dan SMA Katolik (SMAK).

Meski demikian, Abubakar mengakui masih terdapat 34 sekolah swasta yang belum bergabung dan pemerintah terus melakukan pendekatan secara persuasif.

Di bidang sarana dan prasarana, Pemerintah Provinsi Maluku Utara merealisasikan program revitalisasi sekolah dengan anggaran Rp 53,8 miliar yang mencakup 68 sekolah. Pekerjaan meliputi pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, aula, laboratorium, ruang guru, toilet, rumah dinas guru, serta fasilitas penunjang lainnya.

“Seluruh pekerjaan telah selesai 100 persen dan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, transformasi pembelajaran digital juga menjadi fokus utama. Sepanjang 2025, pemerintah melakukan intervensi pada 89 sekolah di wilayah blank spot jaringan internet. Kebijakan ini mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan dan diperkuat dengan bantuan Smart TV dari Presiden Republik Indonesia.

Selain itu, sebanyak 616 unit komputer telah didistribusikan ke 65 sekolah melalui APBD 2025. Untuk tahun 2026, pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 miliar guna pengadaan komputer lanjutan.

Kemudian, Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) telah menjangkau 320 dari 407 sekolah atau sekitar 78 persen, dengan total 39.486 peserta didik telah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) baru menjangkau 95 sekolah atau sekitar 23,3 persen, dengan 24.643 siswa sebagai penerima manfaat.

Untuk peningkatan kapasitas tenaga pendidik, sepanjang 2025 sebanyak 226 guru dan kepala sekolah mengikuti pelatihan Deep Learning, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI). Program ini didukung oleh BOSP Kinerja dan bekerja sama dengan KGTK Maluku Utara serta Sampoerna Foundation.

Saat ini, kata dia, Maluku Utara memiliki 6.215 guru, yang terdiri dari 2.307 PNS, 1.757 PPPK, dan 2.151 guru non-ASN. Realisasi Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2025 menjangkau 22.222 siswa dengan total anggaran Rp25,8 miliar untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB.

Di sektor kebudayaan, Maluku Utara telah menetapkan 74 Warisan Budaya Takbenda (WBTB). Pemerintah kembali menerima penetapan 10 WBTB dari Menteri Kebudayaan. Selain itu, tiga cagar budaya nasional baru juga ditetapkan, yakni Masjid Sultan Ternate, Makam Sultan Babullah, dan Makam Mahmud Badaruddin II.

Menutup laporannya, Abubakar memaparkan sejumlah agenda strategis tahun 2026, di antaranya penuntasan PKG di seluruh sekolah, implementasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), pengadaan bus sekolah melalui Kementerian Perhubungan, serta penguatan pendidikan karakter.

Ia mengatakan, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara dengan Korem 152/Baabullah dalam rangka pembinaan karakter peserta didik.

“Kami berharap seluruh ikhtiar ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan Maluku Utara secara berkelanjutan,” tutup Abubakar.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *