Halmaheranesia – Bencana banjir dan longsor dilaporkan menerjang wilayah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, sejak Rabu, 7 Januari 2026 pagi hingga sore hari.

Banjir melanda Desa Tongute Ternate dan Desa Gamlamo di Kecamatan Ibu.  Banjir tersebut merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian air mencapai 3 meter atau setinggi atap rumah.

​Akibat peristiwa ini, lebih dari seribu warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka. Berdasarkan informasi yang dilansir dari tandaseru, ribuan warga memilih mengungsi secara mandiri untuk menghindari ancaman bahaya yang lebih besar.

​Selain merusak rumah penduduk, banjir juga melumpuhkan fasilitas umum. Jaringan listrik di wilayah terdampak dilaporkan padam total setelah sejumlah tiang listrik roboh diterjang arus. Hingga saat ini, petugas PLN masih berupaya melakukan perbaikan di lapangan.

Selain di Kecamatan Ibu, bencana longsor juga menimpa Desa Soasio, Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat. Dilaporkan dua warga yakni seorang anak dan wanita lanjut usia meninggal dunia.

Meldi Legu seorang warga setempat saat dihubungi mengatakan bahwa hujan mengguyur desanya sejak pukul 19.00 WIT hingga pukul 15.25 WIT.

“Dua orang meninggal dunia, 1 anak kelas 6 SD yang 1 lagi lansia (nenek dari anak tersebut). Banyak rumah yang kena longsor, tapi yang korban cuma 1 rumah,” jelasnya.

Tak hanya itu, dua rumah di Desa Sasur, Kecamatan Sahu, Halmahera Barat, pun terkena longsor. Namun tak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa ini.

Cuaca buruk juga menyebabkan longsor beruntun di Desa Tolofuo, Kecamatan Loloda Selatan, Halmahera Barat.

Akibat peristiwa itu, berdasarkan pendataan Pemerintah Desa Tolofuo, sebanyak 23 rumah warga terkena dampak longsor. Dari total rumah warga yang terdampak, 3 rumah alami rusak total, 3 rumah lainnya rusak parah, dan 17 rumah di antaranya rusak ringan.

Hairil Abdullah, salah satu warga saat dikonfirmasi menyampaikan, bahwa peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 02.00 WIT dini hari, setelah curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Desa Tolofuo semenjak Selasa pagi hingga Rabu dini hari.

“Longsor terjadi dua kali, yang pertama terjadi di sekitar pukul 02.00 WIT dini hari yang menyebabkan 3 rumah terdampak, kemudian terjadi lagi di pagi hari yang akhirnya merusak hingga puluhan rumah warga,” ujarnya.

“Saat ini tumpukan tanah akibat longsor dan kurangnya kebutuhan alat pekerjaan membuat warga cukup kesulitan untuk melakukan pembersihan rumah warga yang terdampak. Untuk sementara warga yang rumahnya rusak total dan rusak parah sudah mengevakuasi diri di tempat aman,” jelasnya.

Warga menyebutkan bahwa bencana longsor juga menyebabkan listrik padam dan jaringan internet terputus, sehingga warga kesulitan melakukan komunikasi dengan keluarga yang berada di luar desa Tolofuo. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Bagikan:

Andri R. Mansur

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *