Halmaheranesia – Komisi III DPRD Kota Ternate meminta pemerintah kota memberikan perhatian serius terkait perbaikan drainase di sejumlah kelurahan yang terdampak banjir.
Permintaan tersebut menyusul keluhan warga saat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Ternate beberapa hari terakhir dan menyebabkan banjir di sejumlah kelurahan, seperti Akehuda, Bastiong, Salero, Kampung Makassar, hingga Sasa dan Gambesi.
Anggota Komisi III DPRD Ternate, Marni Ahadi, menilai selain intensitas curah hujan, persoalan lain adalah sistem drainase atau saluran air yang tidak memadai.
Ia menyebutkan, banyak saluran air, terutama di Akehuda tidak mampu menampung debit air hujan sehingga meluap ke permukiman warga.
Marni mengungkapkan, untuk Kelurahan Akehuda sendiri memang ada beberapa drainase. Namun, masih ada beberapa titik lainnya seperti RT 08 dan 02 yang belum punya jalur drainase.
“Warga di Akehuda itu sering menyampaikan keluhan ke saya terkait drainase ini, jalur drainase di Akehuda memang harus diperbanyak agar air lebih leluasa mengalir, tujuannya mengantisipasi masalah banjir di tengah cuaca buruk seperti ini,” kata Marni, Rabu, 7 Januari 2026.
Ia menjelaskan, air yang meluap naik sampai ke permukiman warga RT 05, Kelurahan Akehuda itu sumbernya dari hulu yang mengalir melalui selokan di belakang Markas Komando (Mako) Brimob. Namun, aliran air tersebut terhambat karena selokan saat ini telah dibangun pagar.
“Karena sudah dibangun pagar, debit air di selokan itu meningkat keluar melalui jalan utama dan mengalir masuk sampai ke pemukiman warga RT 05,” jelasnya.
Selain itu, Marni juga menyoroti kondisi drainase di Akehuda RT 07 RW 03, tepatnya di jalur menuju Bandara. Menurutnya, saluran di lokasi tersebut sama sekali tidak berfungsi karena kedua bibir saluran sudah ambruk.
Kemudian, lanjutnya, di dalam saluran tersebut banyak sekali tumpukan sampah yang menutup jalur aliran air, lalu menggerus tanah. Kondisi ini yang membuat air tersebut akhirnya meluap naik hingga ke badan jalan utama.
Marni menambahkan, meskipun beberapa titik drainase telah dibangun pada tahun lalu, hasilnya dinilai belum efektif. Ia menegaskan agar dinas terkait segera melakukan peninjauan dan perbaikan di lokasi-lokasi terdampak banjir guna meminimalisir dampak yang dirasakan warga.
“Kami Komisi III berharap ada perhatian serius, peninjauan langsung, serta perbaikan drainase dari dinas terkait di kelurahan-kelurahan terdampak banjir di Kota Ternate,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Ternate, M. Syaiful, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp menyebutkan pihaknya sudah melakukan peninjauan lapangan di sejumlah titik banjir di beberapa kelurahan.
“Tadi kami sudah turun di beberapa titik, besok kami akan panggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, untuk dimintai penjelasan terkait masalah banjir ini,” pungkas Syaiful.





