Halmaheranesia – Gangguan jaringan telekomunikasi akibat banjir yang melanda Kabupaten Halmahera Barat mulai berangsur pulih.
Gangguan tersebut akibat terputusnya kabel fiber optic (FO) dan menyebabkan lumpuhnya layanan komunikasi di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Ibu.
Berdasarkan informasi terbaru, layanan 2G di wilayah Ibu telah kembali normal dan sudah dapat digunakan untuk kebutuhan komunikasi dasar seperti panggilan telepon.
Sementara itu, layanan 4G juga mulai aktif secara bertahap, dengan beberapa site di sekitar Kecamatan Ibu dilaporkan telah beroperasi normal.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Maluku Utara, Iksa R.A. Arsyad, menjelaskan bahwa pemulihan jaringan masih terus dilakukan oleh tim teknis di lapangan.
“Saat ini tim teknis masih melakukan penyambungan kabel fiber optic untuk memulihkan jaringan secara menyeluruh,” jelas Iksan.
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan operator telekomunikasi terus berkoordinasi guna mempercepat proses pemulihan layanan komunikasi bagi masyarakat.
“Kita selalu berkoordinasi dan para operator telekomunikasi terus berupaya mempercepat pemulihan agar layanan komunikasi masyarakat segera kembali normal,” ungkap Sherly.
Diketahui, bencana banjir yang melanda Halmahera Barat telah mendorong pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat di 17 desa yang tersebar pada tujuh kecamatan. Kondisi tersebut berdampak pada berbagai infrastruktur vital, termasuk jaringan telekomunikasi.





