Halmaheranesia – Di balik capaian membanggakan Maluku Utara dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda memberi sorotan khusus kepada tiga daerah yang dinilai masih membutuhkan percepatan pembenahan jaminan kesehatan.
Tiga daerah tersebut yakni Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kabupaten Pulau Taliabu.
Hal itu disampaikan Gubernur saat menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang berhasil meraih penghargaan UHC di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Ternate, Selasa, 27 Januari 2026 kemarin.
Menurutnya, penghargaan yang diterima Provinsi Maluku Utara bersama tujuh kabupaten lain patut disyukuri, namun tidak boleh membuat pemerintah daerah lengah terhadap wilayah yang cakupan jaminan kesehatannya belum optimal.
“Masih ada tiga daerah yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Ini perlu perhatian serius agar perlindungan kesehatan masyarakat bisa merata,” tegasnya.
Ia mengaku, ketiga daerah tersebut dinilai masih perlu meningkatkan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta memastikan peserta tetap aktif, sehingga masyarakat benar-benar dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya.
Ia mengatakan, langkah pembenahan di tiga daerah tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas pelayanan dasar yang harus dirasakan secara adil dan merata.
“UHC ini fondasi. Tugas kita berikutnya memastikan seluruh rakyat Maluku Utara benar-benar terlindungi dan terlayani,” pungkasnya.
Gubernur menegaskan, pemerintah provinsi akan mengambil peran lebih aktif melalui pembinaan dan pengawasan yang lebih fokus dan terukur.
“Langkah ini diarahkan untuk mendorong percepatan kebijakan daerah dalam memperluas perlindungan jaminan kesehatan, terutama bagi masyarakat kurang mampu,” jelasnya.
Ia mengaku, keberhasilan meraih UHC Awards bukan sekadar soal penghargaan administratif, melainkan tolok ukur sejauh mana negara hadir menjamin hak dasar kesehatan warganya.
“Jangan sampai ada masyarakat yang tertinggal hanya karena belum terdaftar atau kepesertaannya tidak aktif. Itu yang ingin kita benahi bersama,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam UHC Awards 2026, Provinsi Maluku Utara masuk dalam Kategori Madya bersama enam kabupaten lain, yakni Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Pulau Morotai, Halmahera Selatan, Tidore Kepulauan, dan Kepulauan Sula. Sementara Kabupaten Halmahera Barat meraih penghargaan Kategori Pratama.
“Saya ingatkan, penghargaan tersebut harus menjadi pemicu untuk memperkuat kualitas layanan, bukan sekadar capaian simbolis,” pungkasnya.





