Halmaheranesia – Forum Komunikasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran Matematika SMP (FKMGMP) Pulau Morotai menyelengarakan diskusi bertema “Penyesunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)”.
Kegiatan ini berlangsung di aula kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Morotai pada Sabtu, 31 Januari 2026 yang melibatkan semua guru matematika se-Kabupaten Pulau Morotai.
Ketua FKMGMP, Surahman R, mengatakan untuk menjawab tantangan pendidikan, metode pembelajaran matematika semestinya lebih adaktif, menginspirasi, dan menyenangkan bagi siswa-siswi.
“Dalam kesempatan ini, kita mencoba untuk mempembaharui pedagogik atau praktek membimbingan anak agar mata pelajaran matematika tidak dijadikan sebagai momok yang menakutkan bagi peserta didik,” ujar Surahman.
Menurutnya, selain mencoba meyelaraskan metode ajar dengan kurikulum dan teknologi digital terbaru, ia juga menekankan tentang kolaborasi antarsesama guru.
“Dengan berkolaborasi sasama guru, ke dapan kita dapat saling berbagi metode praktek dan pembelajaran yang baik,” tandasnya.
Sementara itu, Plt Kapala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Morotai, Mauludin Wahab, menjelaskan bahwa guru tidak lagi sekadar mengejar ketuntasan materi, tetapi memastikan bahwa setiap peserta didik benar-benar mencapai kompetensi esensial.
“Oleh karena itu, pemahaman yang utuh terhadap capaian pembelajaran dan kemampuan menyusun ATP yang kontekstual, sistematis, dan berorientasi pada kebutuhan murid menjadi sangat penting,” ungkapnya
“Selain berdiskusi dan berbagi praktik baik, serta menyusun ATP agar tidak hanya sesuai regulasi, tetapi juga relevan dengan karakteristik peserta didik di Kabupaten Pulau Morotai,” sambungnya.
Ia berharap, hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan secara nyata di satuan pendidikan masing-masing, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan rapor pendidikan daerah kita.
“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Morotai sangat mendukung kegiatan FKMGMP sebagai wadah peningkatan kompetensi guru yang bersifat kolaboratif dan berkelanjutan,” pungkasnya.





