Halmaheranesia – Pihak PDAM Ake Gaale memastikan Danau Ngade atau Danau Laguna merupakan salah satu sumber air baku berkualitas bagi masyarakat Kota Ternate.

Kepala Bagian Distribusi PAM Ake Gaale Kota Ternate, Ali M Nur, mengatakan air Danau Ngade telah lama menjadi salah satu sumber konsumsi warga.

Ia menjelaskan, air danau yang diambil terlebih dahulu melalui proses filtrasi sebelum dialirkan ke reservoir atau bak penampungan.

“Jadi dari Danau Ngade itu ditampung setelah melalui beberapa proses. Prosesnya difilterisasi, sehingga sekitar 60 persen dibuang sebagai limbah yang tidak bisa dikonsumsi, dan 40 persen masuk ke bak penampung untuk kemudian didistribusikan ke warga,” kata Ali saat dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu, 15 Febuari 2026.

Ali mengungkapkan, air yang telah diolah tersebut ditampung di Bak Penampungan I Kompleks Jan, Kelurahan Tabona. Selain dari Danau Ngade, bak tersebut juga menerima suplai dari dua titik sumur bor milik PDAM di Kelurahan Fitu.

“Air di bak penampungan itu merupakan campuran, sekitar 40 persen dari Danau Ngade dan sisanya dari dua titik sumur bor di Fitu. Jadi sudah tercampur sebelum didistribusikan,” jelasnya.

Ia mengaku, Bak Jan I juga menerima tambahan pasokan dari sumur yang berlokasi di Himo-Himo.

Adapun wilayah layanan dari Bak Jan I meliputi Kelurahan Ngade, Kalumata, Kompleks Jan, Tabona, Maliaro Puncak, Perumnas, dan sebagian Jati.

Sementara itu, kebutuhan air bersih warga di Kelurahan Fitu, Gambesi, Sasa, Jambula, Foramadiahi, serta sejumlah titik dataran tinggi di Sasa, dipasok dari bak penampungan di Kelurahan Fitu yang berlokasi dekat rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

“Di belakang kuburan Kelurahan Fitu terdapat sumber air dan bak penampung dengan sekitar tiga sumur bor di area tersebut. Itu yang melayani wilayah Kecamatan Ternate Selatan lainnya,” ujarnya.

Untuk sistem distribusi di Fitu, lanjut Ali, air dipompa langsung ke pelanggan, baik untuk wilayah pesisir maupun kawasan perbukitan yang memiliki sistem pompa tersendiri.

Sementara itu, saat disinggung terkait keberadaan sejumlah vila semi permanen yang dibangun di kawasan Danau Ngade, apakah berdampak terhadap kualitas air atau tidak, pihaknya tidak memberikan tanggapan panjang.

“Kalau soal itu nanti pihak bagian produksi air yang bisa dan berhak menjawab itu,” katanya singkat.

Kepala Bagian Produksi Air PDAM Ake Gaale setempat hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan dampak pembangunan vila terhadap kualitas air baku di kawasan tersebut.

Bagikan:

Iksan Muhamad

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *