Halmaheranesia – Sebanyak 14 korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie, Kota Ternate, akibat insiden kandasnya Kapal Motor (KM) Intim Teratai, Selasa, 17 Februari 2026.
Sebelumnya KM Intim Teratai dilaporkan mengalami mati mesin dan kandas di Pulau Makian, Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Kupal, Halmahera Selatan, pada Senin malam, 16 Februari 2026 menuju Pelabuhan Bastiong, Kota Ternate. Kapal kandas dalam posisi miring.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menyebutkan dalam kejadian tersebut, semua penumpang KM Intim Teratai berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
“Jumlah penumpang sesuai dokumen menifes berjumlah 140, namun jumlah dari semua total korban yang berhasil diselamatkan oleh Tim SAR Gabungan sebanyak 246 orang,” kata Iwan.
Iwan menyebutkan, korban yang mengalami cedera dalam peristiwa tersebut sebanyak 14 orang, 7 di antaranya luka berat. Sementara penyebab penumpang mengalami luka berat belum diketahui pasti.
“Untuk penyebab korban mengalami luka berat silakan tanyakan ke teman-teman Polairud dan Polres Ternate,” singkatnya.
Sementara itu, salah satu korban yang tak mau namanya disebut mengaku bahwa kapal sebenarnya menabrak batu pantai di sekitar perairan Pulau Makian. Kapal lalu miring sebelah, kemudian memicu kepanikan para penumpang.
“Waktu kapal hantam batu, saya belum loncat ke laut, saya masih diam di dalam kapal, tapi karena semua panik, akhirnya saya juga ikut loncat,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, dirinya mengalami cedera di bagian kaki kanannya saat mencoba berenang untuk menyelamatkan diri ke pesisir pantai.
Selain cedera di kakinya, ia juga merasakan pusing dan sakit di seluruh badan. Kini ia sedang menjalani tindakan medis di RSUD Chasan Boesoirie.
“Saya punya kaki cedera karena dihantam batu saat berenang ke tepian pantai, badan sakit-sakitan, kepala rasa pusing, mungkin karena panik, akhirnya begini,” pungkasnya.





