Halmaheranesia – Tepat satu tahun kepemimpinan M. Tauhid Soleman dan Nasri Abubakar, Pemerintah Kota Ternate menegaskan komitmen melanjutkan arah pembangunan dalam bingkai Visi Ternate Andalan Jilid II.
Momentum ini menjadi fase refleksi untuk mengukur capaian, mengevaluasi tantangan, sekaligus memperkuat fondasi menuju akselerasi pembangunan yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Selama tahun pertama, sejumlah capaian strategis berhasil diraih, mencakup reformasi birokrasi, penguatan pelayanan publik, hingga peningkatan indikator makro pembangunan di Ternate.
Reformasi Birokrasi dan Integritas
Pemkot Ternate sukses mengimplementasikan manajemen talenta ASN dalam waktu dua bulan sejak komitmen ditandatangani. Atas capaian tersebut, penghargaan diberikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Komitmen tata kelola bersih juga diperkuat dengan diraihnya predikat Zona Hijau MCSP 2025 dengan nilai 91 persen dari Komisi Pemberantasan Korupsi, menjadikan Ternate sebagai daerah dengan sistem pencegahan korupsi terbaik di Maluku Utara.
Infrastruktur dan Layanan Dasar
Kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menghasilkan alokasi Rp 30 miliar untuk perbaikan 27 ruas jalan vital. Di sektor air bersih, SPAM Tobololo diresmikan pada Januari 2026 guna memperluas akses bagi warga pesisir dan wilayah pinggiran.
Pemkot juga menerima apresiasi dari Kementerian Perhubungan atas peningkatan keselamatan pelayaran, serta penghargaan dari Kementerian Perdagangan melalui Pasar Tertib Ukur 2025 untuk tiga pasar utama: Gamalama, Kota Baru, dan Bastiong.
Pembangunan turut diarahkan pada pemerataan kawasan BAHIM (Batang Dua, Hiri, dan Moti), memastikan layanan kesehatan, pendidikan, dan konektivitas menjangkau wilayah kepulauan.
Pendidikan, Digitalisasi, dan Perlindungan Sosial
Di bidang ketenagakerjaan, Ternate meraih Paritrana Award Terbaik I tingkat provinsi atas pelaksanaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Transformasi digital pendidikan juga menunjukkan kemajuan, ditandai dengan pengakuan Google for Education kepada SMP Negeri 1 Kota Ternate sebagai kandidat sekolah rujukan.
Secara lebih luas, Ternate menerima penghargaan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 dari Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai daerah dengan capaian terbaik di Indonesia Timur.
Kesehatan dan Stabilitas Ekonomi
Di sektor kesehatan, penghargaan Kota Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda kembali diraih dari Kementerian Kesehatan. Secara makro, indikator kesejahteraan menunjukkan tren positif.
Pengeluaran riil per kapita meningkat dari 14.731 pada 2024 menjadi 14.945 pada 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 82,59 menjadi 83,01, tertinggi di Maluku Utara. Umur Harapan Hidup mencapai 73,36 tahun, sementara Harapan Lama Sekolah stabil di atas 15 tahun.
Tauhid mengatakan, meski menghadapi tantangan fiskal akibat pengurangan dana transfer pusat, Pemkot tetap menjaga stabilitas anggaran tanpa pemotongan TPP ASN.
“Satu tahun pertama kepemimpinan ini dinilai menjadi fase konsolidasi yang memperkuat tata kelola, pelayanan publik, dan pembangunan manusia,” tegasnya.
“Capaian tersebut bukan titik akhir, melainkan fondasi untuk memastikan Ternate tumbuh sebagai kota sehat, transparan, inklusif, dan berdaya saing di masa mendatang,” pungkasnya.





