Halmaheranesia – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Batang Dua, Kota Ternate, Kamis, 2 April 2026.
Penyaluran bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami dampak paling signifikan.
Bantuan yang mulai didistribusikan mencakup berbagai kebutuhan pokok, di antaranya 500 kilogram beras, 70 karton mi instan, 1.200 paket lauk siap saji, 100 liter minyak goreng, serta bahan pangan lainnya seperti gula, susu, teh, kecap, dan ikan kaleng.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan perlengkapan darurat berupa 30 kasur, 50 selimut, 30 lembar terpal, satu tenda keluarga, serta 16 paket perlengkapan anak untuk mendukung warga yang terdampak.
Gubernur Maluku Utara menegaskan bahwa bantuan ini merupakan langkah awal pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap terlindungi di tengah kondisi darurat.
“Bantuan ini adalah upaya awal untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan menyalurkan bantuan tambahan sesuai kebutuhan,” ujar Gubernur.
Ia juga memastikan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dan merata, dengan prioritas pada wilayah terdampak terparah seperti Batang Dua.
Penanganan darurat dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, BPBD, TNI/Polri, hingga relawan yang turut membantu proses distribusi dan evakuasi warga.
Sementara itu, berdasarkan data sementara, gempa tersebut menyebabkan puluhan rumah di Batang Dua mengalami kerusakan, serta berdampak pada sejumlah wilayah lain di Maluku Utara dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedangg.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, mengikuti arahan petugas, serta memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi,” pungkasnya.





