Halmaheranesia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 200 lebih rumah dan fasilitas ibadah rusak di Batang Dua, Kota Ternate, imbas gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis, 2 April 2026, sekitar pukul 07.48 WIT.
Direktur Penanganan Darurat Wilayah BNPB, Agus Riyanto mengatakan, data rumah untuk wilayah Batang Dua masih dinamis. Yang jelas, ada sekitar 300 jiwa memilih keluar mengungsi atau mengevakuasi diri secara mandiri.
“Walaupun rumahnya baru terdata sekitar 200an lebih, baik rusak ringan, sedang atau berat. Namun ada juga yang rumahnya tidak rusak pun ikut keluar mengungsi,” kata Agus, Sabtu, 4 April 2026.
Menurut dia, yang menyebabkan semua warga ikut mengungsi dan meninggalkan rumah, akibat dari trauma dan juga sering terjadi gempa susulan.
Ia mengaku, BNPB dan pemerintah daerah dan pihak terkait akan terus berkoordinasi melakukan persiapan dan siaga, dan terus mendata semua kehadian yang terjadi di Batang Dua.
“Kita akan koordinasikan Wakil Gubernur dan pemerintah kota/kabupaten untuk agendakan rapat membahas kelanjutan atas penangana paskagempa,” ujarnya.
Meski bagitu, tak hanya di Batang Dua, penanganan paskagempa ini juga dilakukan di beberapa wilaya seperti Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Tidore Kepulauan dan lainnya.
“Saat ini kan dampak terbesar dari gempa itu ada di Batang Dua. Ada di Desa Mayau dan Tifur. Sementara untuk diluar Ternate, kami mendapat laporan saat kejadian juga mengevaluasi diri, tapi saat ini sudah kembali kerumah masih-masing,” ujarnya.





